Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sinarmas Tower. Foto: Sinarmas MSIG Life

Sinarmas Tower. Foto: Sinarmas MSIG Life

Sinarmas Akuisisi Tiga Perusahaan Properti

Rabu, 24 Februari 2021 | 22:42 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Sinarmas Land Ltd mengakuisisi tiga perusahaan properti di Indonesia senilai Rp 347,76 miliar. Perusahaan tersebut adalah PT Bhumindo Repenas Jayautama, PT Cibubur Permai Lestari, dan PT Gunung Indah Permai Lestari.

Direktur Sinarmas Land Robin Ng Cheng Jiet mengungkapkan, perseroan mengakuisisi Bumindo Repenas senilai Rp 129,2 miliar, Cibubur Permai senilai Rp 145,33 miliar, dan Gunung Indah Permai senilai Rp 73,22 miliar. Pembelian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan penilaian yang dilakukan tim independen profesional atas aset masing-masing perusahaan per 30 September 2020.

“Karena salah satu penjual adalah pihak yang terafiliasi, maka pembelian saham perusahaan-perusahaan ini di bawah perjanjian shareholder’s mandated for interested person transaction,” kata dia dalam keterangan tertulis kepada Bursa Efek Singapura (SGX), Rabu (24/2).

Transaksi akuisisi dibayar secara tunai menggunakan kas internal Sinarmas Land. Adapun nilai aset bersih Bhumindo Repenas tercatat Rp 128,01 miliar, Cibubur Permai sebesar Rp 141,59 miliar, dan Gunung Indah Permai sebesar Rp 72,32 miliar per 30 September 2020. Tiga perusahaan ini otomatis menjadi anak usaha baru Sinarmas Land. Dengan demikian, Sinarmas Land turut memiliki lahan properti baru.

Di luar transaksi akuisisi ini, Sinarmas Land menambah kepemilikan saham pada sejumlah anak usahanya. Semisal, perseroan menambah saham pada PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menjadi 60,07% dari sebelumnya 59%. Nilai pembelian ini terbagi dua, yakni 192,34 juta saham senilai Rp 153,64 miliar dan 35,53 juta saham senilai Rp 28,32 miliar

Dampak penambahan saham di BSD membuat porsi saham Sinarmas Land di PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) menjadi 53,2% dari sebelumnya 52,25%. Selanjutnya, Sinarmas Land turut menambah saham pada perusahaan investasi, PT Serpong Mas Media, dengan nilai transaksi Rp 82,52 miliar.

Tak hanya itu, Sinarmas Land juga meningkatkan kepemilikan saham pada PT Bhineka Karya Pratama menjadi 95,13% dari semula 81,32%, lalu pada PT Simas Tunggal Center menjadi 92,56% dari sebelumnya 92,28%, dan pada PT Sinar Mas Teladan menjadi 69,65% dari 68,59%.

“Dengan meningkatnya kepemilikan saham efektif pada masing-masing perusahaan diharapkan menambah kontribusi untuk profitabilitas perseroan,” kata Robin.

Sebagai informasi, rangkaian transaksi ini dilakukan perseroan pada periode keuangan 1 Juli 2020 hingga 31 Desember 2020. Sinarmas Land membukukan pendapatan Sin$ 910,47 juta pada 2020, turun 22,4% dibandingkan 2019 sebesar Sin$ 1,17 miliar. Seiring itu pendapatan berulang (recurring income) perseroan turun 24,8% secara tahunan menjadi Sin$ 125,2 juta.

Sinarmas Land secara grup telah menghentikan operasional secara permanen dua hotel di Indonesia, yakni Le Grandeur Balikpapan dan Le Grandeur Mangga Dua, pada 7 April 2020 untuk mengurangi dampak negatif akibat pandemi terhadap bisnis perhotelan. Hal serupa juga terjadi di Malaysia untuk hotel dan golf, Le Grandeur Palm Resorts.

Penurunan juga terjadi pada EBITDA perseroan sebesar 30,5% menjadi Sin$ 428,2 juta, yang membuat marjin EBITDA menipis 5,5 basis poin menjadi 47% pada 2020. Alhasil, laba bersih perseroan turun 74% menjadi Sin$ 100,66 juta pada 2020 dari 2019 yang sebesar Sin$ 387,51 juta.

Executive Director Sinarmas Land Margaretha Widjaja mengatakan, pemulihan ekonomi global masih belum pasti, meskipun vaksinasi Covid-19 telah dilakukan di banyak tempat. Ekonomi Indonesia mencatat kontraksi PDB  2,19% pada kuartal IV-2020. Namun, hal ini menunjukkan pemulihan dibanding kontraksi PDB pada kuartal II yang sebesar 5,32% dan 3,49% pada kuartal III. “Sepanjang 2020, Pemerintah Indonesia telah menerapkan kebijakan fiskal dan moneter untuk bisa meredam dampak pandemi,” kata dia.

Sementara itu, Bank Indonesia yang telah memangkas suku bunga acuan menjadi 3,5% pada 18 Februari lalu dinilai berdampak positif ke sektor properti domestik. Hal ini ditambah lagi dengan kemudahan pencairan pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Menurut Margaretha, perseroan tetap menjalakan strategi optimistis yang berhati-hati pada 2021. Adapun BSD dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masing-masing menargetkan pra-penjualan atau marketing sales sebesar Rp 7 triliun dan 2 triliun pada tahun ini.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN