Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Smartfren. Foto: Investor Daily/DAVID

Smartfren. Foto: Investor Daily/DAVID

Sinyal Positif Kinerja Smartfren

Rabu, 21 Juli 2021 | 09:29 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Penurunan kompetisi di dunia telekomunikasi, konsolidasi, dan ekspansi usaha berpotensi memantapkan kinerja keuangan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dalam beberapa tahun ke depan. Perseroan juga didukung oleh berlanjutnya obligasi wajib konversi (OWK).

Analis Sinarmas Sekuritas Winson Pangestu dan Jessen Soekamto mengungkapkan, berdasarkan pengamatan, persaingan tarif di industri telekomunikasi terus mengendur. Hal ini berdampak positif terhadap kenaikan harga paket data yang berujung pada pertumbuhan rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU).

Menurut Winson dan Jessen, kompetisi tarif telekomunikasi yang sengit seperti yang terjadi pada semester II tahun 2020 diperkirakan tidak terulang lagi. Industri telekomunikasi juga didukung oleh berlanjutnya peningkatan penetrasi internet di Indonesia dibandingkan negara-negara di Asean. Sebab itu, peluang pertumbuhan emiten telekomunikasi jauh lebih besar dalam beberapa tahun mendatang.

“Kami memperkirakan ratarata pertumbuhan tahunan (CAGR) pelanggan Smartfren mencapai 13,9% selama 2021- 2023. Dengan angka tersebut, CAGR pendapatan perseroan diperkirakan mencapai 16,7% selama periode tersebut. Begitu juga dengan CAGR EBITDA bisa mencapai 25,9%,” tulis Winson dan Jessen dalam risetnya.

Sentimen positif di industri telekomunikasi Indonesia juga datang dari rencana merger antara PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia yang berarti bakal terjadi konsolidasi. Industri telekomunikasi juga didukung oleh penentuan tarif bawah yang memang berdampak positif terhadap perusahaan telekomunikasi kecil, sekaligus membuka peluang konsolidasi.

Harga saham FREN dalam satu dekade terakhir
Harga saham FREN dalam satu dekade terakhir

Sementara, Smartfren juga ditopang oleh aksi korporasi melalui anak usahanya, PT Smart Telecom (Smartel), yang mengakuisisi 20,5% saham PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo), yaitu perusahaan penyedia infrastruktur serat optik untuk jaringan telekomunikasi. Langkah ini dinilai sebagai upaya perseroan untuk memperkuat ekspansi di luar Pulau Jawa.

“Akuisisi ini akan menjadi nilai tambah bagi Smartfren yang mendatangkan potensi sinergi. Penyelesaian akuisisi ini juga akan membantu perseroan untuk menghemat belanja modal dalam penyedian ekspansi infrastruktur, karena cukup menggunakan infrastruktur Moratelindo,” jelas Winson dan Jessen.

Smartfren pun masih memiliki waran yang bisa dieksekusi menjadi saham dengan nilai sekitar Rp 9,2 triliun. Waran tersebut bisa menambah modal perseroan untuk melanjutkan ekspansi pada masa yang akan datang. Karena itu, saham Smartfren berkode FREN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 150.

Salah satu gerai Srmatfren. Foto: IST
Salah satu gerai Srmatfren. Foto: IST

Target harga tersebut mempertimbangkan tren perbaikan kinerja keuangan perseroan dalam beberapa tahun mendatang. Adapun rugi bersih perseroan diproyeksikan turun menjadi Rp 1,04 triliun pada tahun ini dibandingkan kerugian tahun lalu Rp 1,52 triliun. Sedangkan pendapatan diproyeksikan meningkat dari  Rp 9,4 triliun menjadi Rp 11,26triliun.

Smartfren diprediksi mulai untung pada 2022 dengan proyeksi laba bersih sebesar Rp 43 miliar. Pendapatan diperkirakan mencapai Rp 13,34 triliun. Kemudian, keuntungan diproyeksikan melonjak menjadi Rp 1,14 triliun dan pendapatan berpotensi mencapai Rp 15,33 triliun pada 2023.

Sebelumnya, Smartfren melalui Smart Telecom melakukan penyertaan modal saham pada Moratelindo senilai Rp 360miliar. Dengan begitu, Smart Telecom mengantongi 20,5% saham Moratelindo.

“Smart Telecom akan menjadi pemegang saham minoritas, tidak menjadi pemegang saham pengendali, dan tidak menempatkan pengurus di Moratelindo,” jelas Direktur Smartfren Telecom Antony Susilo dalam keterangan tertulis.

Dia menegaskan, aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham. Penyertaan saham ini dilakukan dalam rangka pengembangan usaha strategi perseroan, Smart Telecom, dan Moratelindo pada masa mendatang.

Kinerha keuangan Smartfren
Kinerha keuangan Smartfren

Dalam perjanjian, para pihak meyakini akan terjadi sinergi dalam kegiatan operasional antara perseroan dan Smart Telecom dengan Moratelindo, sehingga berdampak positif terhadap kinerja, keuangan konsolidasi, dan kelangsungan usaha.

Tahun ini, Smartfren menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 250-300 juta. Emiten Grup Sinarmas itu akan mengandalkan pendanaan eksternal untuk membiayai ekspansi tersebut, termasuk membayar utang yang jatuh tempo.

Antony mengatakan, dana ekspansi perseroan akan berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan, apalagi perseroan telah mendapat tambahan spektrum sebesar 10 MHz melalui lelang frekuensi 2,3 GHz pada akhir tahun lalu.

“Dengan tambahan spectrum ini, maka kualitas jaringan kita `akan semakin bagus, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan internet Smartfren dengan lebih nyaman lagi,” kata dia kepada_Investor Daily, belum lama ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN