Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu gerai Srmatfren. Foto: IST

Salah satu gerai Srmatfren. Foto: IST

Smartfren Siapkan Ekspansi US$ 300 Juta

Senin, 11 Januari 2021 | 16:01 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$ 250-300 juta tahun ini. Emiten Grup Sinarmas tersebut diperkirakan bergantung pada pendanaan eksternal untuk kebutuhan ekspansi maupun membayar utang jatuh tempo sepanjang 2021.

Direktur Keuangan Smartfren Telecom Antony Susilo mengatakan, dana ekspansi perseroan akan berasal dari kas internal dan juga pinjaman bank. Smartfren terus meningkatkan kualitas layanan, apalagi perseroan telah mendapat tambahan spektrum sebesar 10 MHz melalui lelang frekuensi 2,3 GHz pada akhir tahun lalu.

“Dengan tambahan spektrum ini, maka kualitas jaringan kita akan semakin bagus, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan internet Smartfren dengan lebih nyaman lagi,” jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (11/1).

Sementara itu, lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menjelaskan, industri telekomunikasi Indonesia membutuhkan investasi yang tinggi secara terus menerus agar tetap kompetitif, terutama karena jangkauan jaringan Smartfren masih tergolong terbatas dibandingkan tiga operator besar lain.

Fitch menilai, pengurangan investasi dapat mengakibatkan Smartfren menjadi tertinggal lebih jauh dibanding dengan kompetitor-kompetitornya yang lebih besar dan berdampak pada momentum pertumbuhannya, walaupun belanja modal pada dasarnya bersifat fleksibel.

Pada 10 Desember, Fitch mengafirmasi peringkat nasional jangka panjang Smartfren, yakni CCC+, dan menarik peringkat tersebut secara bersamaan dengan alasan komersial. Fitch menilai, peringkat Smartfren tetap dibatasi lantaran perseroan mendanai kegiatan operasional dan belanja modal dalam jangka menengah dengan bergantung pada pendanaan eksternal.

“Kami memperkirakan Smartfren akan tetap bergantung terhadap pembiayaan eksternal untuk membayar utang perusahaan yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat,” tulis Fitch.

Fitch mencatat, perseroan memiliki utang jatuh tempo sebesar US$ 37,5 juta pada semester I-2021, dan US$ 37,5 juta pada semester II-2021. Perseraon memiliki potensi pendanaan dari waran senilai Rp 1,1 triliun per akhir September 2020, di mana pemegang waran dapat melaksanakan konversi hingga November 2021. Namun, Fitch tidak memperhitungkan hal ini dalam proyeksi dikarenakan ketidakpastian pelaksanaan konversi terkait keadaan pasar yang volatil.

Fitch memperkirakan arus kas bebas negatif Smartfren akan bertahan dalam jangka menengah. Hal ini karena perusahaan berencana untuk mempertahankan belanja modal yang signifikan untuk memperkuat cakupan 4G long-term evolution (LTE).

“Kami memperkirakan arus kas dari operasi (cash flow from operation/CFO) Smartfren akan tetap tidak mencukupi untuk menutupi belanja modal tahunan yang diproyeksikan sekitar Rp2-4,5 triliun untuk 2021-2023, meskipun Smartfren telah menunjukan perbaikan CFO,” kata Fitch.

Secara historis, Fitch mencatat, defisit free cash flow (FCF) Smartfren tetap tinggi di atas Rp 3,8 triliun pada tahun 2018 dan 2019 karena belanja modal yang signifikan di atas Rp 2,7 triliun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN