Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo. Foto: smf-indonesia.co.id

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo. Foto: smf-indonesia.co.id

SMF Tawarkan Obligasi dan Sukuk Rp 2 Triliun

Senin, 25 Januari 2021 | 15:43 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA-PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan sukuk sebesar Rp 2 triliun. Penerbitan surat utang ini bertujuan untuk mendukung kegiatan bisnis perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Senin, (25/1), SMF akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap V Tahun 2021 dengan nilai Rp 1,9 triliun. Obligasi ini adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan V dengan nilai total Rp 19 triliun.

Pada 2019, perseroan sudah menerbitkan tahap pertama dan kedua dari penerbitan obligasi tersebut dengan nilai Rp 4,2 triliun. Kemudian, pada 2020, perseroan menerbitkan lagi bagian ketiga dan keempat dengan nilai Rp 6,11 triliun.

Adapun untuk obligasi sebesar Rp 1,9 triliun akan diterbitkan dalam dua seri. Seri A diterbitkan dengan nilai pokok Rp 1,5 triliun, tingkat bunga 4,75% dan tenor 370 hari. Sedangkan seri B diterbitkan dengan nilai pokok Rp 400,66 miliar, tingkat bunga 5,75% dan tenor tiga tahun.

Selain menerbitkan obligasi, perusahaan juga akan menerbitkan sukuk sebesar Rp 100,01 miliar. Penerbitan sukuk ini bagian dari Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I dengan nilai total Rp 2 triliun. Perseroan sudah menerbitkan bagian pertama dan kedua dari Sukuk Mudharabah tersebut pada 2019 dan 2020 dengan nilai Rp 446 miliar.

Pada penerbitan surat utang ini, SMF menunjuk PT BCA Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Indonesia, PT Maybank Kim Eng Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sementara PT Bank Mandiri Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Sesuai rencana, masa penawaran umum obligasi akan dilakukan pada 4-5 Februari 2021. Penjatahan pada 8 Februari 2021. Distribusi secara elektronik pada 10 Februari 2021 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Februari 2021.

Dana dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk menggantikan sebagian dana ekuitas yang disalurkan sebagai pinjaman kepada penyalur KPR. Per 30 September 2020, pinjaman yang sudah disalurkan kepada penyalur KPR mencapai Rp 5,53 triliun.

"Begitu juga dana penerbitan sukuk akan digunakan untuk menggantikan dana ekuitas yang disalurkan untuk pembiayaan sekunder melalui unit usaha syariah," tulis manajemen.

Adapun tahun ini, SMF akan menerbitkan surat utang sebesar Rp 9,35 triliun. Nilai ini meningkat dibandingkan penerbitan surat utang pada 2020 yang mencapai Rp 7,26 triliun.

Direktur SMF Trisnadi Yulrisman mengatakan, penerbitan surat utang sebesar Rp 9,35 triliun tersebut akan dilakukan beberapa kali dalam tahun ini.

"Biasanya kami bagi per triwulanan dan disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan," jelas dia kepada Investor Daily belum lama ini.

Jenis surat utang yang akan diterbitkan, menurut Trisnadi akan lebih banyak berbentuk obligasi daripada medium term notes (MTN). Hal ini juga disesuaikan dengan perkembangan pasar ke depannya.

Lebih lanjut, pada awal 2021 ini, SMF mencatatkan efek beragun aset berbentuk surat partisipasi (EBA-SP) senilai Rp 576,34 miliar. Efek ini memiliki tingkat bunga 6,5% per tahun dan memiliki tenor tiga tahun.

Aset yang disekuritisasi dalam EBA-SP ini adalah portofolio kumpulan tagihan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan nilai kumpulan tagihan sebesar Rp 631 miliar. Perseroan juga mendapatkan peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk penerbitan efek ini.  

Di lain pihak, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19, perseroan merevisi target kinerja pada 2020. Pasalnya, pandemi Covid-19 membuat mitra perbankan SMF kelebihan likuiditas sehingga tidak melakukan refinancing segencar sebelum pandemi.

“Likuiditas perbankan sangat tinggi, sehingga kebutuhan bank akan dana mungkin masih terbatas. Semoga SMF bisa mencapai target,” ujar Ananta. 

Ananta menjelaskan, dari target sekuritisasi yang sebelumnya Rp 3 triliun  pada 2020 direvisi menjadi Rp 600 miliar. Begitupun penerbitan surat utang, dari target Rp 10 triliun dipangkas menjadi Rp 8,6 triliun dengan penerbitan surat utang hingga September 2020 sebesar Rp 7,1 triliun. Sedangkan untuk sekuritisasi sudah mencapai Rp 6,06 triliun hingga September 2020 dan ditargetkan mencapai Rp 6,09 triliun hingga akhir 2020. 

Sementara sejak 2006 hingga September 2020, SMF telah mengalirkan dana kepada penyalur KPR sebesar Rp 68,09 triliun. Jumlah itu terdiri dari sekuritisasi sebesar Rp 12,15 triliun, penyaluran pinjaman sebesar Rp 55,83 triliun dan pembelian KPR sebesar Rp 106 miliar. 

Terkait sekuritisasi, sejak 2009 hingga September 2020, SMF telah menginisiasi 13 kali penerbitan transaksi sekuritisasi baik dengan skema Kontrak Investasi Kolektif (KIK), EBA maupun EBA SP dengan nilai total sebesar Rp 12,15 triliun.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN