Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT SMI dan Waskita menandatangani CSPA, Selasa (13/4/2021)

PT SMI dan Waskita menandatangani CSPA, Selasa (13/4/2021)

SMI Akuisisi Dua Ruas Tol Waskita

Selasa, 13 April 2021 | 17:48 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA — PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya yakni PT Waskita Toll Road (WTR) telah menyepakatai perjanjian tandatangan jual beli bersyarat (conditional sale purchase agreement/CSPA) untuk melakukan dua transaksi, yaitu transaksi konversi saham (share swap) dan divestasi dengan pembayaran tunai. Dalam hal ini, SMI mengakuisisi dua ruas tol milik WTR.

Berdasarkan siaran pers perseroan, Selasa (13/4), aksi korporasi tersebut merupakan perjanjian divestasi 20% saham milik WTR di ruas tol Semarang - Batang (JSB) dan 34,99% saham milik WTR di Cinere - Serpong (CSJ) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Perlu diketahui bahwa SMI merupakan perusahaan pembiayaan khusus infrastruktur yang didirikan untuk menjadi katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. SMI memiliki 10,62% saham di WTR.

Nilai transaksi konversi 10,62% saham SMI di WTR adalah sebesar Rp 2,69 Triliun yang dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan melalui konversi 6,12% saham SMI di WTR sebesar Rp 1,55 triliun dengan dua badan usaha jalan tol (BUJT) yaitu 13,2% kepemilikan saham WTR di JSB setara dengan Rp 1 Triliun dan seluruh saham WTR di CSJ sebesar Rp 550 miliar. 

Sisa 6,8% kepemilikan saham WTR atas JSB, setara dengan nilai Rp 515 Miliar, akan diambil alih oleh SMI secara tunai dan dilaksanakan bersamaan dengan penyelesaian transaksi tahap pertama. 

“Sementara tahap kedua merupakan konversi atas 4,501% kepemilikan SMI di WTR sebesar Rp 1,14 Triliun yang akan dilakukan selambat-lambatnya setahun setelah transaksi tahap pertama selesai dilaksanakan,” ujar Director Business Development & QHSE Waskita Karya Fery Hendriyanto.

Fery menambahkan, dalam CSPA tersebut dilakukan dua kesepakatan antara Waskita dengan SMI untuk pembelian saham SMI di WTR dan WTR dengan SMI untuk pengambilalihan saham WTR di BUJT. Para pihak sepakat sebagian besar penggunaan transaksi jual beli saham pada BUJT JSB dan CSJ akan digunakan untuk konversi saham SMI di WTR kepada Waskita.

Sementara itu, Direktur Utama Waskita Toll Road, Septiawan Andri menjelaskan bahwa setelah menandatangani CSPA, WTR masih harus melakukan pemenuhan persyaratan administrasi dan memastikan proses divestasi dilakukan secara proper dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Hal tersebut dilakukan sebelum penandatanganan sale purchase agreement (SPA) antara WTR dengan SMI. 

“Kegiatan divestasi tersebut merupakan strategi WTR untuk optimalisasi portofolio konsesi jalan tol yang dimiliki dan mendukung percepatan penyelesaian konstruksi jalan tol sebagai bagian dari dukungan terhadap rencana pemerintah dalam bidang infrastruktur khususnya jalan tol,” ujar Andri.

Sebagai informasi, ruas tol Semarang - Batang adalah salah satu ruas tol di Trans Jawa dan telah beroperasi penuh sejak bulan Desember 2018 sepanjang 75 km. Ruas ini merupakan jalur penting di Trans Jawa yang menghubungkan Jawa bagian Barat menuju Ibu Kota Jawa Tengah. Sedangkan ruas Cinere – Serpong merupakan bagian dari jaringan jalan tol JORR 2 yang menghubungkan antara Jakarta dan Tangerang Selatan yang salah satu seksinya yaitu seksi I telah beroperasi sepanjang 6.59 km dari total panjang 10,14 km.

Program divestasi ruas tol Waskita terus berproses, dan pada tahun 2021 perseroan akan merealisasikan pelepasan kepemilikan saham di 9 ruas tol di Pulau Jawa dan Sumatra. Divestasi tersebut rencananya dilaksanakan melalui kerjasama dengan Indonesia Investment Authority (INA) dan diharapkan dapat memperoleh pendanaan sebesar Rp 10 – 11 Triliun. Tak hanya dengan INA saja, rencana realisasi divestasi juga melalui skema tender terbuka kepada investor dalam dan luar negeri dan melalui skema RDPT.

Dana tunai hasil divestasi tersebut akan digunakan untuk pelunasan kewajiban kepada kreditur dan sebagai modal kerja menyelesaikan proyek tol yang sedang dikerjakan. Waskita menargetkan nilai seluruh divestasi ruas tol tahun 2021 ini sebesar Rp1 0 - 11 triliun dengan pengurangan utang melalui dekonsolidasi jalan tol setidaknya sebesar Rp 20 triliun.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN