Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di lobby Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan melintas di lobby Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Soal Tren IPO Unicorn Teknologi, Ini Jawaban BEI

Selasa, 12 April 2022 | 07:16 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Setelah PT Go To Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikabarkan masih ada beberapa perusahaan teknologi unicorn lagi yang akan menyusul. Apakah ini akan menjadi tren IPO pada tahun ini?

Menanggapi hal ini, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, Indonesia merupakan negara penghasil unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga masih mempunyai potensi yang sangat besar melahirkan Unicorn-unicorn selanjutnya. Terlebih, saat ini terdapat puluhan Centaur yang siap menjadi Unicorn atau istilah saat ini ‘Soon-icorn’.

“Kami optimistis pencapaian GOTO IPO ini menjadi momentum yang baik untuk mendorong semakin banyaknya perusahaan teknologi lainnya untuk mengikuti langkah ini,” ungkap Nyiman Yetna, Senin (11/4/2022).

Baca juga: BEI Siap Luncurkan Waran Terstruktur 

Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya senantiasa mendorong perusahaan dari berbagai industri termasuk juga perusahaan-perusahaan di bidang teknologi untuk memanfaatkan pasar modal sebagai house of growth. Dengan melakukan sosialisasi IPO dan listing baik secara 1-on-1 maupun melalui workshop.

Sedangkan kabar yang menyebutkan Tiket.com dan Blibli bakal IPO, Nyoman Yetna mengatakan terkait dengan nama calon perusahaan tercatat, Bursa belum dapat menyampaikan sampai dengan OJK telah memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik sebagaimana diatur di OJK Peraturan Nomor IX.A.2.

Namun, Nyoman Yetna mengatakan sampai dengan 11 Maret 2022, terdapat 30 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Sebagai informasi, berikut adalah klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017.

Baca juga: 35 Perusahaan Antre Rights Issue Rp 20,3 T

Perusahaan tersebut adalah tiga perusahaan aset skala kecil (aset dibawah Rp50 miliar), 12 Perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50 miliar-250 Miliar), 15 Perusahaan aset skala besar (aset diatas Rp 250 miliar).

Sedangkan rincian sektornya adalah satu Perusahaan dari sektor Basic Materials, dua Perusahaan dari sektor Industrials, satu, perusahaan dari sektor Transportation & Logistic, lima Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals.

Sebanyak enam Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals, dua Perusahaan dari sektor Technology, dua Perusahaan dari sektor Healthcare, tiga Perusahaan dari sektor Energy, empat Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate, dan empat Perusahaan dari sektor Infrastructures.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN