Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lippo Karawaci. Foto: Istimewa

Lippo Karawaci. Foto: Istimewa

S&P Naikkan Peringkat Lippo Karawaci Menjadi B- dengan Prospek Stabil

Jumat, 19 Juli 2019 | 09:31 WIB

JAKARTA, investor.id- Lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor (S&P), telah menaikan peringkat kredit jangka panjang PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dari 'CC+' menjadi 'B-' dengan prospek 'stabil'.

S&P juga menaikkan peringkat obligasi jangka panjang LPKR dari 'CCC +' ke 'B-'. Pada saat yang sama, S&P juga telah menghapus peringkat LPKR dari credit watch.

CEO LPKR, John Riady, mengatakan bahwa peningkatan peringkat kredit ini merupakan penegasan atas perbaikan likuiditas LPKR secara signifikan sejak perseroan memulai rencana transformasi strategis.

Direktur Grup Lippo John Riady.
CEO Lippo Karawaci, John Riady.

"Kami percaya LPKR berada di jalur yang tepat, dan tidak akan puas dan berdiam diri. Tim manajemen bersama dengan saya akan fokus pada pencapaian target operasional dengan menyelesaikan proyek-proyek utama yang sedang berjalan dan akan meluncurkan proyek hunian baru, sambil memastikan untuk berhati-hati dalam belanja modal dan manjaga arus kas agar stabil," kata John Riady dalam keterangan resmi, Jumat (19/7/2019).

Prospek stabil mencerminkan ekspektasi S&P bahwa LPKR akan memiliki likuiditas yang cukup serta arus kas yang memadai untuk jangka waktu 12-18 bulan ke depan, yang didukung oleh penawaran umum terbatas senilai US$ 787,5 juta serta rencana penjualan aset.

Penjualan aset ritel Lippo Mal Puri berjalan dengan baik dan diharapkan akan rampung pada kuartal keempat tahun 2019.

Lippo Karawaci. Foto: whatsnewindonesia.com
Lippo Karawaci. Foto: whatsnewindonesia.com

S&P memperkirakan penjualan aset ritel tersebut akan menghasilkan arus kas masuk bersih sekitar US$ 200 juta. Selain itu, S&P berharap perseroan mengurangi jumlah utang sewajarnya.

Lippo Karawaci yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah perseroan real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia, dengan total aset US$ 3,9 miliar per 31 Maret 2019. Bisnis inti perseroan terdiri atas pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls, dan layanan kesehatan.

Perseroan juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.

Lippo Karawaci. Foto: whatsnewindonesia.com
Lippo Karawaci. Foto: whatsnewindonesia.com

Hadir di 36 kota, perseroan adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan 1.283 ha landbank yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak perseroan publik yang tercatat di BEI, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, dimana Lippo Karawaci masing-masing memiliki saham 81% dan 62,7%, Lippo Karawaci mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar.

Selain itu, Lippo Karawaci juga memiliki 51,05% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 37 rumah sakit di 28 kota di seluruh Indonesia.

Lippo Karawaci juga memiliki dua REIT yang tercatat di Bursa Efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust dengan aset yang dikelola masing-masing US$ 1 miliar dan US$ 1,5 miliar per 31 Maret 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN