Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas pekerja garmen di PT Sritex. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Aktivitas pekerja garmen di PT Sritex. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Sri Rejeki Isman Proyeksikan Penjualan Membaik Hingga Akhir 2020

Minggu, 13 September 2020 | 06:51 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) menjelang akhir tahun 2020 akan berfokus meningkatkan penjualan konsumsi domestik pada pasar ritel dengan tetap mengembangkan inovasi pada produk yang cocok di tengah pandemi seperti Alat Pelindung Diri (APD) dan sejenisnya.

Head Corporate Communications Sri Rejeki Isman, Joy Citradewi menjelaskan, dalam bisnisnya perseroan pada kuartal III ini sudah menunjukkan perbaikan penjualan yang sebelumnya sempat melesu pada semester pertama.

Untuk diketahui pada periode Januari hingga Juni perseroan membukukan penjualan sebanyak US$ 608,23 juta atau terkoreksi sebanyak 3.83% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 sejumlah US$ 632.44 juta.

“Pelemahan penjualan pada semester pertama ini terpengaruh oleh pemberlakuan lockdown di sejumlah negara tujuan ekspor,” jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (13/9).

APD Sritex lolos standar WHO
APD Sritex lolos standar WHO

Adapun secara geografis, penjualan ekspor di semester pertama yang paling tertekan yakni pada benua Asia menurun 14.31% menjadi US$ 195.72 juta, Eropa terpangkas 10.17% yaitu US$ 51,58 juta dan Amerika Serikat-Latin serta Uni Emirat Arab-Afrika masing-masing melemah hingga 3.93% dan 11.52%. Meskipun begitu kinerja penjualan domestik mampu dijaga dengan baik oleh perseroan dengan peningkatan sebanyak 8.18% atau setara dengan US$ 275,58 juta.

Perseroan juga mampu menekan beban pokok penjualan menjadi US$ 497.49 juta atau 1.38% dari sebelumnya perseroan menanggung beban sebanyak US$ 504.47 juta. Namun pada segmen beban umum dan administrasi berjumlah US$ 19,51 juta meningkat 12.38%, perseroan juga mengalami kerugian selisih kurs sebanyak US$ 287.52 ribu.

Alhasil setelah dikurangi pajak dan berbagai beban lainnya, Sri Rejeki Isman meraih untung yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar US$ 49.83 juta, padahal sebelumnya pada periode yang sama di 2019 perseroan mampu mengantongi laba US$ 54.15 juta.

Sementara itu hingga akhir Juni 2020, total aset yang dimiliki perseroan mencapai US$ 1,65 miliar yang terdiri atas aset lancar senilai US$ 976.30 juta dan aset tidak lancar yakni US$ 679.50 juta. Sedangkan dari sisi kewajiban yang harus dipenuhi perseroan berjumlah US$ 1.01 miliar.

"Kami masih menunggu hasil kuartal ketiga untuk target penjualan dan laba bersih pada akhir tahun 2020," kata dia.

Sebelumnya pada Juli lalu emiten berkode saham SRIL ini membagikan dividen sebesar Rp20,45 miliar atau Rp 1 per lembar saham setelah mendapat restu para pemegang saham dalam Rapat Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (7/7/2020).

Pembagian dividen ini tak lepas dari kinerja positif perseroan sepanjang tahun 2019 dengan laba bersih yang tumbuh sebanyak 3,67% atau US$ 87,65 juta.

Corporate Secretary PT Sri Rejeki Isman Tbk Welly Salam mengatakan bahwa selain disisihkan untuk dana cadangan, sebagian laba bersih perusahaan pada tahun 2019 dialokasikan untuk dividen dan sisanya digunakan sebagai laba ditahan guna mendukung bisnis perseroan di masa mendatang

"Dividen yang dibagikan tidak sebesar tahun sebelumnya karena Perseroan memandang perlu untuk menjaga likuiditas dalam masa pandemi ini,” paparnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN