Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Sritex Bakal Jual Seragam ke Kamboja US$ 50 Juta

Abdul Muslim, Kamis, 12 November 2015 | 05:42 WIB

JAKARTA – PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex/SRIL) menargetkan penjualan seragam ke Kamboja senilai US$ 50 juta pada 2016. Nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) proyek tersebut ditargetkan tuntas tahun ini.

 

Direktur Keuangan Sri Rejeki Isman (Sritex) Allan Moran mengatakan, kerja sama awal penjualan seragam perseroan adalah government to government (G to G). Penjualan tersebut merupakan langkah lanjutan dari tawaran pemerintah Indonesia kepada pemerintah Kamboja.

 

“Kontraknya bisa mencapai US$ 50 juta jika mendapatkan kontrak penjualan seragam militer, polisi dan pegawai negeri sipil Kamboja,” kata Allan di Jakarta, Rabu (11/11).

 

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk memuluskan rencana tersebut perseroan berencana membuat perusahaan patungan (joint venture/JV) di Kamboja. Nantinya, perusahaan tersebut bertugas menjual seragam ke pemerintahan Kamboja.

 

Allan belum bisa memastikan durasi kontrak penjualan seragam tersebut. Namun, biasanya penjualan seragam yang diadakan pemerintah melalui tender yang dilakukan setahun sekali.

 

Selain Kamboja, Sritex menyasar empat negara lain untuk tujuan ekspornya. Negaranegara tersebut antara lain, Spanyol, Perancis, Hongkong dan Peru. Berbeda dengan penjualan ke Kamboja, perseroan bakal menjual produknya ke empat negara tersebut melalui sistem korporasi ke pemerintah. “Sama halnya seperti yang kami lakukan di Jerman,” ungkap Allan.

 

Tahun depan Srietx menargetkan pendapatan sebesar US$ 680 juta – US$ 715 juta. Jumlah tersebut meningkat dari target tahun ini sebsar US$ 630 juta – US$ 650 juta. Allan menjelaskan, peningkatan pendapatan akan terdongkrak oleh peningkatan kapasitas produksi. Tahun depan perseroan bakal ekspansi meningkatkan produksi untuk benang, kain jadi, kain mentah dan jumlah pakaian.

 

“Ekspansi kapasitas produksi dari 120 juta menjadi 240 juta pada 2016,” jelasnya.

 

Sementara tahun ini Sirtex optimistis dapat mencapai target pendapatan. Menurut dia, target minimal pendapatan tahun ini telah tercapai, jadi tinggal menunggu capaian yang lebih dari target minimal. Begitu pula dengan laba bersih tahun ini. Allan optimistis dapat mencapai laba sebesar US$ 55 juta – US$ 58 juta tahun ini.

 

Akuisisi

Sritex masih terus menjajaki akuisisi perusahaan ritel. Perseroan berencana mengakuisisi perusahaan ritel pada akhir 2016 atau 2017. Allan mengatakan, perseroan saat ini masih terus membuka peluang baik bagi perusahaan dalam negeri maupun internasional. Perseroan mengedepankan kehati-hatian dalam proses akusisi ini.

 

“Ada beberapa yang baru datang ke kami, ada juga yang lokal tapi semua masih pembicaraan awal,” ujar dia.

 

Selain perusahaan ritel, Sritex juga berencana mengakuisisi perusahaan fiber. Hal itu merupakan salah satu rencana Sritex mengembangkan bisnis hulunya. “Sudah ada dua calon perusahaan yang akan diakuisisi,” jelas Allan.

 

Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, Sritex bertekad dapat menjadi pemasok merek pakaian untuk pasar dunia pada 2017. Adapun kontribusi sektor ritel terhadap pendapatan Sritex diperkirakan cukup besar.

 

“Jika semua bisa berjalan lancar, kontribusi pendapatan dari bisnis ritel diharapkan mencapai Rp 2 triliun. Hal ini ditargetkan bisa terealisasi dalam tiga tahun,” kata Lukminto beberapa waktu lalu.

 

Sritex memproyeksikan kontribusi pendapatan dari sektor ritel pada 2018 mencapai 60%. Nantinya, Perseroan akan mendistribusikan produk pakaiannya dari garmen langsung ke pembeli. (fik)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN