Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Sritex Bidik Kenaikan Pendapatan Hingga 15%

Gora Kunjana, Jumat, 13 Januari 2017 | 07:56 WIB

JAKARTA – PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) menargetkan pertumbuhan pendapatan berkisar 8-15% menjadi atau sebesar US$ 706,7 juta tahun ini, bandingkan dengan target tahun lalu US$ 675,4 juta. Laba bersih juga ditargetkan meningkat menjadi US$ 73,4 juta dari target tahun lalu senilai US$ 63,9 juta.

 

Sekretaris Perusahaan Sri Rejeki Isman (Sritex) Welly Salam mengungkapkan, perseroan sedang memasuki fase normalisasi kapasitas produksi setelah ekspansi tahun sebelumnya. Per tengahan tahun ini produksi diharapkan meningkat signifikan, dibandingkan torehan 2016.

 

“Peningkatan ini diharapkan menaikkan pendapatan dan laba perseroan tahun ini,” jelasnya kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (12/1).

 

Peningkatan kapasitas produksi perseroan mulai pertengahan tahun terdiri atas yarn menjadi 654 ribu bales, grey mencapai180 juta meter, fabric sebanyak 240 juta yard, dan garment sebanyak 27 juta potong. Bandingkan tahun lalu dengan kapasitas produksi yarn sebesar 566 ribu bales, grey mencapai 120 juta meter, fabric kapasitas 120 juta yard, dan garment 21 juta potong.

 

Guna normalisasi dan optimalisasi produksi, dia menjelaskan, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar US$ 15 juta tahun ini. Angka ini lebih rendah dari anggaran tahun lalu sebesar US$ 60 juta.

 

Sementara itu, pada Rabu (11/1), perseroan mendapatkan penghargaan dari The Asset Triple A di Hongkong dalam kategori The Best Liability Management. Penghagaan tersebut diterima langsung oleh Chief Executive Officer Sritex, Iwan Setiawan Lukminto.

 

Menurut Welly, penghargaan itu merupakan apresiasi atas keberhasilan perseroa dalam menerbitkan obligasi global sebesar US$ 350 juta. Perseroan dianggap telah berhasil meningkatkan credit profile-nya.

 

Seperti diketahui, perseroan telah menerbitkan obligasi global senilai US$ 350 juta dengan bunga sebesar 8,25% dan akan jatuh tempo pada 2021 pada tahun lalu. Perseroan sebelumnya telah menawarkan obligasi globalnya kepada investor Amerika Serikat, Eropa dan Asia.

 

Direktur Keuangan Sritex Allan Moran Severino sebelumnya menjelaskan, nilai emisi obligasi yang diterbitkan perseroan lebih rendah dari rencana awal, yaitu sebesar US$ 420 juta. Hal tersebut terjadi karena hanya sebesar US$ 180,7 juta pemegang obligasi lama perseroan yang mau menjual obligasinya kepada Sritex.

 

“Obligasi lama yang diterbitkan Sritex melalui anak perusahaan di Singapura sebelumnya adalah sebesar USD 270 juta dengan bunga 9% jatuh tempo 2019,” jelas dia.

 

Perseroan akan menggunakan hampir seluruh dana hasil penerbitan obligasi untuk membiayai kembali uutang (refinancing), yaitu pembelian kembali hutang obligasi lama yang diterbitkan pada tahun 2014 bunga 9% jatuh tempo 2019 dan membayar pinjaman modal kerja.

 

Sisa dari dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan perusahaan secara umum dalam mendukung kegiatan usaha. Tahun lalu Sritex dikabarkan tengah membidik 3 negara ekspor baru di Eropa untuk pakaian militer dan fashion. Perseroan menargetkan bisa mendapatkan kontrak ekspor paling lambat tahun depan.

 

Welly Salam mengatakan, perseroan melihat peluang di Eropa dengan banyaknya pengungsi dari pertikaian Timur Tengah yang mencari suaka di Eropa, sehingga kebutuhan untuk pasukan penjaga perdamaian akan meningkat. (fik)

BAGIKAN