Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Sritex Raih Kontrak Pengadaan Seragam Militer UEA

Gora Kunjana, Selasa, 9 Februari 2016 | 19:54 WIB

JAKARTA – PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex/SRIL) baru saja memperoleh kontrak pengadaan seragam militer untuk Uni Emirat Arab (UEA), yang disusul pemberian fasilitas pinjaman sebesar US$ 18 juta dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) untuk pembiayaan ekspansi.


Sekretaris Perusahaan Sritex Welly Salam mengatakan, manajemen baru saja meneken perjanjian pengadaan seragam militer tersebut di Abu Dhabi. “Tahun ini, perseroan akan menyediakan sekitar 150 ribu potong pakaian. Jumlahnya bisa saja meningkat setiap tahun, tergantung kebutuhan militer negara tersebut,” jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.


Namun ia belum bisa menyebutkan nilai kontrak tersebut, karena terkait dengan hubungan antar negara. Sebelumnya, perseroan menargetkan kontribusi ekspor seragam bisa mencapai US$ 10-15 juta tahun ini. Dalam 4-5 tahun ke depan, kontribusi ditargetkan meningkat menjadi US$ 50-80 juta.


Welly mengatakan, ekspor pakaian seragam tersebut ditujukan ke lima negara, yaitu Kamboja, Hong Kong, Spanyol, Peru, dan Prancis. “Untuk Kamboja, perseroan sudah meraih kontraknya. Empat negara lain masih dalam proses finalisasi,” ungkap dia.


Adapun kerja sama awal penjualan seragam perseroan adalah government to government (G to G). Penjualan tersebut merupakan langkah lanjutan dari tawaran Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Kamboja. Berbeda dengan penjualan ke Kamboja, perseroan bakal menjual produknya ke empat negara lain melalui hubungan korporasi ke pemerintah.


Menurut Welly, tahun ini, perseroan akan fokus menyelesaikan ekspansi peningkatan kapasitas produksi. Perseroan bakal ekspansi meningkatkan produksi untuk benang, kain jadi, kain mentah dan jumlah pakaian. Ekspansi kapasitas produksi dari 120 juta menjadi 240 juta pada 2016.


Sebelumnya, Wakil Presiden Direktur Sritex Iwan Kurniawan Lukminto menyatakan, pada 2017, grup perseroan juga akan melangsungkan ekspansi bahan baku rayon melalui PT Rayon Utama Makmur, perusahaan yang dikendalikan langsung keluarga Lukminto. Ekspansi tersebut ditaksir bakal menyerap investasi sebesar US$ 300 juta.


Kurniawan mengatakan, Rayon Utama Makmur akan membangun pabrik pengolahan rayon dan perkebunan eucalyptus di atas lahan seluas 80 hektare (ha). Lokasi pabrik dan perkebunan itu akan berada di sekitar fasilitas yang dimiliki Sritex saat ini, yakni Sukoharjo, Jawa Tengah. “Pendanaan untuk ekspansi ini sudah fully funded, dan berada di luar Sritex. Namun, pastinya akan kami sinergikan dengan kebutuhan Sritex,” kata Kurniawan, beberapa waktu lalu.


Ekspansi tersebut dilangsungkan mengingat potensi pasar rayon di dunia masih sangat besar. Hal tersebut ditandai oleh permintaan ekspor dan domestik terhadap rayon yang terus meningkat. Dengan ekspansi rayon, ia berharap, pihaknya dapat menekan jumlah impor bahan baku.


Selama ini, Sritex harus mengimpor sekitar 50 – 60% rayon yang dibutuhkan untuk produksi. Peningkatan kapasitas produksi sudah mulai dilakukan dari 2014, dengan belanja modal (capital expenditure/capex) yang digunakan sebesar US$ 55 juta. Sedangkan pada 2015 sebesar US$ 130 juta dan tahun ini sebesar US$ 80 juta. (ian)

BAGIKAN