Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas pekerja garmen di PT Sritex. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Aktivitas pekerja garmen di PT Sritex. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Sritex Siap Terbitkan Obligasi Global US$ 325 Juta

Senin, 11 Januari 2021 | 19:13 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex berencana menerbitkan surat utang baru dalam denominasi mata uang dolar Amerika Serikat (obligasi global) sebanyak US$ 325 juta. Surat utang ini akan ditawarkan di luar Indonesia.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Senin (11/1), surat utang baru senilai US$ 325 juta akan dijamin oleh anak usaha perseroan, yakni PT Sinar Pantja Djaja (SPD), PT Bitratex Industries (BIS), dan PT Primayudha Mandirijaya (PMJ).

Surat utang tersebut akan ditawarkan kepada investor di luar wilayah negara Republik Indonesia, sehingga bukan termasuk suatu penawaran umum di Indonesia. Surat utang ini akan dididaftarkan dan dikutip dalam daftar resmi SGX-ST.

Untuk melancarkan penerbitan surat utang tersebut, perseroan akan menyampaikan data produksi Sri Rejeki Isman berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per tanggal 30 September 2020 yang ditelaah secara terbatas. Selain itu, perseroan juga akan menyampaikan informasi mengenai customer expansion serta 10 pelanggan terbesar perseroan.

Perpanjang Pinjaman

Sebelumnya, perseroan telah meminta perpanjangan sindikasi senilai US$ 350 juta menjadi pada 2024 dari semula tahun 2022. Untuk melancarkan aksi ini, pihaknya sudah mengirimkan permintaan perpanjangan waktu kepada facility agent pada awal November 2020. Keputusan mengenai permohonan ini akan diperoleh pada Februari 2021.

“Kami memohon untuk penambahan tenor sebelum jatuh tempo pada 2022. Kami sudah berdiskusi dengan pihak mandated lead arranger (MLA) dan member dari sindikasi dan keputusannya akan diperoleh pada Februari 2021,” ujar Sekretaris Perusahaan Sritex Welly dalam acara Webinar Samuel Sekuritas.

Dengan perpanjangan waktu tersebut, Welly optimistis tidak akan menambah beban utang jatuh tempo pada 2024. Kendati pada 2024, Sritex juga memiliki obligasi global jatuh tempo sekitar US$ 150 juta.

Menurut dia, jatuh tempo kedua pinjaman tersebut tidak berdekatan. Pinjaman sindikasi akan jatuh tempo pada awal 2024 dan obligasi global akan jatuh tempo pada Mei 2024 sehingga perusahaan masih memiliki waktu untuk melakukan refinancing.

“Sritex juga tidak akan melakukan refinancing mendekati jatuh tempo dan juga untuk obligasi global ada call option sehingga bisa juga dilunasi pada 2022. Kami selalu mencermati waktu untuk melakukan refinancing, tidak sampai menunggu waktu sampai jatuh tempo,” ujar dia.

Tahun ini, perseroan memiliki utang jatuh tempo sebesar US$ 33 juta. Utang jatuh tempo tersebut terdiri atas MTN sebesar US$ 25 juta dan pinjaman bank sebesar US$ 8 juta.

Kemudian, pada 2023 perseroan memiliki pinjaman bank jatuh tempo sebesar US$ 3 juta. Selain itu pada 2024 perusahaan memiliki obligasi jatuh tempo sebesar US$ 150 juta. Sritex tercatat memiliki obligasi global jatuh tempo lainnya pada tahun 2025 sebesar US$ 225 juta.

“Untuk obligasi global, tenornya rata-rata jangka panjang sehingga tidak membebankan likuiditas perusahaan,” ujar dia.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN