Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Sritex Terbitkan Obligasi Global US$ 420 Juta

Gora Kunjana, Selasa, 24 Mei 2016 | 17:06 WIB

JAKARTA – PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex/SRIL) akan menerbitkan obligasi global berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 420 juta melalui anak usahanya, Golden Legacy Pte Ltd.

Emiten tekstil dan garmen tersebut akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk membeli kembali (buyback) seluruh surat utang perseroan yang jatuh tempo pada 2019 bernilai US$ 270 juta. Surat utang lama yang akan dibeli kembali memiliki bunga 9%.


Buyback akan dilakukan melalui penawaran tender kepada pemegang surat utang. Surat utang yang baru akan dijamin oleh perseroan dan anak perusahaan, PT Sinar Pantja Djaja,” jelas Iwan Setiawan Lukminto, direktur utama Sritex, melalui keterangan resmi, Senin (23/5).


Penerbit juga akan menyalurkan sisa dana hasil obligasi kepada Golden Mountain Textile and Trading Pte. Ltd, melalui pemesanan saham tambahan dalam struktur modal Golden Mountain. Nantinya, Golden Mountain akan meminjamkan dana tersebut kepada perseroan.


Sritex akan menggunakan dana bersih dari pinjaman itu untuk membayar kembali pinjaman modal kerja dan mendanai kebutuhan umum perseroan. “Surat utang akan ditawarkan kepada investor di luar Indonesia,” tutur Iwan.


Pihaknya berharap, pembayaran pokok atas pinjaman perseroan akan membuat likuiditas SRIL lebih fleksibel. Pasalnya instrumen surat utang tidak memiliki amortisasi atas pinjaman dan memiliki suku bunga yang tetap, lebih rendah, dan syarat kredit yang lebih baik.


Sepanjang kuartal I-2016, Sritex mencatatkan pendapatan sebesar US$ 168,2 juta, tumbuh 1% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$ 166,7 juta. Segmen bisnis benang dan kain berkontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan perseroan, kedua segmen tersebut tumbuh masing-masing sebesar 5% dan 15%.


Iwan mengungkapkan, kenaikan tersebut sejalan dengan strategi perseroan yang memfokuskan pada penjualan atas produk-produk yang bernilai tambah tinggi serta melakukan efisiensi. Efisiensi membuat margin laba kotor naik menjadi 20,7% dari periode sebelumnya sebesar 19,7%.


Lebih lanjut dijelaskan, terobosan, inovasi, serta efisiensi ada proses produksi telah berkontribusi positif dengan peningkatan margin laba bersih yang meningkat menjadi 9,2% dibanding periode sebelumnya sebesar 8,9%. (ian/fik)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN