Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar elektronik menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Layar elektronik menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

SRO dan OJK Beri Keringanan Biaya untuk Para 'Stakeholder' di Pasar Modal

Minggu, 21 Juni 2020 | 19:04 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.idSelf regulatory organization (SRO) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan sejumlah stimulus untuk meringankan beban ekonomi para pemangku kepentingan (stakeholder) di pasar modal. Stimulus itu di antaranya berupa keringanan biaya-biaya.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan kebijakan khusus terkait kewajiban pembayaran biaya pencatatan awal saham dan biaya pencatatan saham tambahan yang dipotong sebesar 50% dari perhitungan nilai masing-masing biaya bagi perusahaan tercatat dan calon perusahaan tercatat.

“Selain itu, BEI memberikan dukungan penyediaan infrastruktur teknologi informasi (TI) kepada (perusahaan efek) anggota bursa atau AB dalam menerapkan kebijakan work from home (WFH) dengan menggunakan internet dan cloud, sehingga dapat mendukung pencegahan penyebaran Covid-19,” ungkap BEI dalam keterangan resmi, Minggu (21/6).

Kemudian, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) merelaksasi dana jaminan, yakni memberikan keringanan atas kutipan setoran dana jaminan kepada anggota kliring yang sebelumnya sebesar 0,01% menjadi 0,005% dari nilai setiap transaksi bursa atas efek bersifat ekuitas.

Sementara itu, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memberikan relaksasi berupa keringanan biaya kepada penerbit efek berupa pembebasan biaya penggunaan e-proxy, pendaftaran efek awal atas efek yang diterbitkan melalui equity crowdfunding (ECF), dan pengurangan biaya pendaftaran efek tahunan sebesar 50% atas efek yang diterbitkan melalui ECF.

KSEI juga memberikan stimulus kepada perusahaan efek dan bank kustodian berupa pemberian alternatif jaringan koneksi penggunaan Virtual Private Network (VPN), serta penyesuaian biaya penyimpanan sebesar 10% dari sebelumnya 0,005% per tahun menjadi 0,0045% per tahun.

“Stimulus lainnya yakni dukungan kepada industri reksa dana berupa pemberian alternatif jaringan koneksi penggunaan VPN, penyesuaian biaya bulanan produk investasi untuk produk investasi yang terdaftar, dan pembebasan biaya pendaftaran produk investasi yang didaftarkan,” jelas KSEI.

Selain untuk meringankan beban ekonomi akibat pandemi, stimulus tersebut diharapkan dapat menjaga optimisme pasar terhadap stabilitas pertumbuhan pasar modal dan sektor keuangan nasional.

Pemberian stimulus oleh SRO (BEI, KPEI, dan KSEI) bersama OJK itu telah diterapkan pada 18 Juni 2020 dan berlaku hingga 17 Desember 2020. SRO dan OJK akan berkoordinasi dan memonitor perkembangan aktivitas pasar modal Indonesia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN