Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Stabilitas Rupiah bakal Angkat IHSG

Farid Firdaus, Senin, 1 Juli 2019 | 08:00 WIB

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini diprediksi melampaui level 6.400 setelah sepanjang pekan lalu menguat 0,68%. Pasar saham bersiap menyambut sinyal positif dari meredanya ketegangan global akibat perang dagang antara AS dan Tiongkok serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Guta mengatakan, sentimen domestik yang bakal menjadi katalis positif adalah data inflasi dan statistik cadangan devisa Juni 2019 yang bakal dirilis pekan ini. Keduanya berperan kuat terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.

“Secara teknikal, upward bar terlihat pada weekly chart. Hal ini mengindikasikan adanya potensi bullish yang berlanjut pada IHSG. Kisaran pergerakannya 6.245-6.465,” ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, Sabtu (29/6).

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, IHSG menguat 0,09% ke posisi 6.358,62. Investor asing membukukan beli bersih (net buy) dengan nilai jumbo sebesar Rp 9,2 triliun. Alhasil, sepanjang tahun berjalan (year to date), net buy asing mencapai Rp 68,79 triliun. IHSG berakhir di zona hijau saat bursa-bursa utama di Asia mengalami koreksi pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, menjelang dialog antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, bursa Wall Street di New York berakhir di zona hijau. Indeks  Dow Jones naik 0,28% ke posisi 26.599,96. Indeks S&P 500 terkerek 0,58% ke posisi 2.941,76, dan indeks Nasdaq bertambah 0,48% ke posisi 8.006,24.

Nafan Aji menjelaskan, meredanya sentimen perang dagang AS-Tiongkok turut menjadi katalis positif. Kedua pihak terlihat saling menahan diri, sehinga ada peluang kesepakatan untuk menghentikan perang dagang.

Pada penutupan KTT G20, Donald Trump menyampaikan, pihaknya sepakat melanjutkan pembicaraan dagang dengan Tiongkok. Setidaknya untuk saat ini, AS tidak akan mengenakan tarif baru untuk produk dari negeri tirai bambu tersebut.

Sejumlah data ekonomi AS yang segera dirilis, menurut Nafan, juga memengarui dinamika pasar saham global. Data-data tersebut antara lain crude oil inventories dan nonfarm pay roll AS.

Nafan menyarankan investor mengoleksi saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Secara terpisah,  Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengakhiri sengketa Pilpres 2019 memberikan sinyal cukup baik bagi investor.

Namun, putusan MK tersebut tidak langsung membuat IHSG menguat drastis. Pasalnya, terdapat faktor fundamental ekonomi dalam negeri yang cenderung lebih berpengaruh terhadap IHSG. Setelah keputusan MK, pelaku pasar akan menanti pembentukan kabinet barupemerintahan Jokowi jilid 2.

“Keputusan MK itu satu dari sekian faktor. Setidaknya ada satu faktor ketidakpastian yang berkurang. Di global pun, masih ada sengketa antara AS dan Iran,” ujar Laksono.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN