Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas teller bank menunjukkan uang rupiah di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Petugas teller bank menunjukkan uang rupiah di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Suku Bunga Acuan BI Tetap, Rupiah Mampu Bertahan di Zona Hijau

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:02 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Rupiah mampu mempertahankan perdagangan di zona hijau pada Kamis (23/6/2022). Rupiah ditutup naik 15 poin atau 0,1%  menjadi Rp 14.847,5 per Dolar AS setelah Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5% atau di level terendahnya selama 16 bulan berturut-turut.

Selain menahan suku bunga acuan, bank sentral juga menahan suku bunga deposit facility sebesar 2,75% dan lending facility sebesar 4,25%

Advertisement

Baca juga: Untuk ke-16 Kalinya, BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, sore ini, Rupiah bertahan menguat di bawah penutupan kemarin. Tapi besaran penguatan tidak signifikan. Ini menunjukkan tekanan penguatan Dolar AS masih cukup besar.

"Pasar terlihat masih mencerna sikap BI. Di satu sisi, suku bunga acuan yang rendah bisa membantu pemulihan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, gap dengan suku bunga acuan AS kian dekat yang berpotensi mendorong pelarian aset ke aset Dolar dan ini bisa menekan Rupiah," katanya, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Tetap 3,5%

Untuk Jumat (24/6/2022) besok, Rupiah masih berpotensi melemah terhadap Dolar AS. Selain sentimen The Fed yang masih berpotensi menaikan suku bunga acuannya sebesar 75 bps di Juli, isu kekhawatiran resesi yang mengemuka juga memberikan tekanan ke Rupiah.

"Potensi pelemahan ke kisaran Rp 14.880-14.900 per Dolar AS, dengan support di kisaran Rp 14.800 per Dolar AS," sebutnya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN