Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BTN. Foto: IST

Bank BTN. Foto: IST

Suku Bunga Turun, Analis Prediksi Saham BBTN Berpotensi Menuju Rp 2.700

Mashud Toarik, Kamis, 12 September 2019 | 14:51 WIB

Jakarta, Investor.id – Stimulus moneter berupa penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia telah membawa dampak positif bagi pergerakan harga saham sektor perbankan.

Salah satunya terlihat dari saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang kembali mengalami penguatan pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (12/9/2019) sebesar 1,38% ke level Rp 2.210 per unit.

Penguatan tersebut melanjutkan kenaikan yang terjadi pada perdagangan kemarin yang melonjak hingga mencapai 4,8%.

Disampaikan Pengamat Pasar Modal, Haryajid Ramelan, secara fundamental saham sektor perbankan umumnya terbilang kuat, sehingga menarik diakumulasi.

"Fundamental saham banking ini memang masih cukup baik di koleksi,  selain kenaikkan saham BBTN lebih disebabkan teknikal rebound," katanya di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Di sisi lain tambah Haryajid, net sell juga sudah mulai berkurang sehingga wajar investor kembali lakukan pembelian. "Secara teknis saham BBTN masih layak beli jangka panjang dan menengah" ujarnya.

Untuk itu Haryajid merekomendasikan beli (buy) pada saham sektor perbankan, termasuk BBTN yang ditargetkan berpotensi mencapai RP 2.700-an hingga akhir 2019.

Sementara itu Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengungkapkan kenaikan harga Bank BTN masih cukup wajar sebagai antisipasi perbaikan kinerja di semester II sebagai dampak penurunan suku bunga

"Saham BBTN direkomendasikan beli dengan target price Rp 2.600 hingga akhir tahun," ujarnya.

Lebih lanjut, ekspektasi akan kondusifnya perang dagang antara AS dan Tiongkok menjadi faktor penguatan bursa global sehingga berpotensi menjadi katalis pendorong kenaikan kembali bagi saham-saham emiten di Bursa Indonesia.

"Penguatan indeks bursa Asia juga menjadi sentimen tambahan bagi Bursa Indonesia kembali menguat," tegasnya.

Selain BBTN, Edwin juga merekomendasikan beli pada sejumlah saham, yaitu BBRI, ADHI, WIKA dan ADRO.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA