Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Serpong M-Town. Foto: PT Summarecon Agung Tbk.

Serpong M-Town. Foto: PT Summarecon Agung Tbk.

Summarecon Bidik Dana "Rights Issue" Rp 1,49 Triliun

Selasa, 8 Juni 2021 | 15:28 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id) ,dan Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Total dana yang bakal diraup dari aksi korporasi ini senilai Rp 1,49 triliun.

Summarecon Agung yang menggelar penawaran umum terbatas (PUT) II. Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan Selasa, (8/6), Summarecon Agung akan menerbitkan 2,08 miliar saham baru atau 12,6% dari modal yang ditempatkan atau disetor penuh perusahaan. Perseroan juga menetapkan harga pelaksanaan rights issue senilai Rp 720 per saham, sehingga dana yang bisa diraih mencapai Rp 1,49 triliun.

PT Semarop Agung selaku pemegang 33,8% saham Summarecon Agung juga telah menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi seluruh hak HMETD. Tidak terdapat pembeli siaga dalam PUT II ini. Oleh karena itu, apabila saham baru yang ditawarkan dalam PUT II ini tidak dieksekusi pemegang saham, sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham HMETD lainnya.

Selain Semarop Agung, pemegang saham Summarecon Agung laiinya adalah PT Sinarmegah Jayasentosa dengan kepemilikan 6,6% saham Summarecon Agung. Sedangkan sisanya atau 59,62% dimiliki oleh masyarakat.

Perseroan menyebutkan bahwa sebanyak 27,87% atau Rp 416 miliar dana hasil rights issue akan dimanfaatkan untuk melunasi pokok obligasi berkelanjutan II Summarecon Agung Tahap I. Sementara 5,86% atau Rp 87,5 miliar untuk membayar cicilan pokok utang kepada PT Bank Mandiri Tbk.

Lalu, sekitar 66,26% atau Rp 988,89 miliar akan digunakan sebagai modal kerja dan penambahan setoran modal kepada SMIP (Summarecon Investment Property). SMIP sendiri akan menggunakannya untuk membiayai kegiatan operasional dan sebagai modal kerja entitas anak.

Perseroan sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham pada 1 April 2021. Pelaksanaan HMETD akan dilakukan pada 9 Juni hingga 15 Juni 2021. Sementara pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juni 2021.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN