Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Foto: Istimewa/Beritasatu.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Foto: Istimewa/Beritasatu.

Suntik Start-up, Grup Telkom Berkolaborasi dengan KB Kookmin

Farid Firdaus, Kamis, 12 September 2019 | 19:40 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau Telkom (TLKM) melalui unit bisnis modal venturanya, MDI Ventures, bersiap menandatangani kerja sama dengan bank asal Korea Selatan, KB Kookmin Bank. Perseroan menargetkan mampu mengelola dana lebih dari US$ 100 juta pada kolaborasi kali ini.

Principal and Head of Investor Relations MDI Ventures Kenneth Li mengatakan, strategi MDI pada masa mendatang adalah menerima pendanaan dari investor luar negeri untuk disuntik ke start-up. Pihaknya menargetkan kerja sama dengan KB Kookmin bisa diteken pada kuartal III ini.

“Target fund dari kerja sama ini di atas US$ 100 juta. Ke depan, MDI Ventures fokus menjadi pilar transformasi digital Telkom Group,” jelas dia kepada Investor Daily, Kamis (12/9).

Kenneth Li menjelaskan, sebagai modal ventura di bawah naungan perusahaan telekomunikasi, pihaknya mengacu pada model bisnis raksasa investasi asal Jepang, Softbank Corp. “Mereka juga bergerak di bisnis telekomunikasi, tapi dengan strategi investasi mereka bisa menjadi yang salah satu yang terbaik di dunia,” jelas dia.

Sebagai informasi, inisiatif MDI Ventures untuk menarik berbagai investor luar negeri ditandai dengan pendirian MDI Venture Singapore Office (MDI SG), yang telah meraih izin operasional dan otoritas Singapura pada April 2019. Rencananya, dana yang diraih perseroan akan disalurkan kepada kegiatan investasi pada startup di Indonesia dan Asia.

Menurut Kenneth Li, dalam waktu dekat, MDI Ventures juga akan memiliki CEO baru. Namun, hal ini masih dalam proses pemegang saham perseroan.

Seperti diketahui, Nicko Widjaja resmi meninggalkan MDI Ventures pada akhir Juli 2019, setelah Nicko menerima tawaran untuk menahkodai perusahaan modal ventura milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), BRI Ventures.

Di bawah pimpinan Nicko sejak 2015, MDI Venture berhasil membukukan 35 portofolio start-up dengan total lima aksi exit. Dari situ, dua start-up hasil binaannya melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di luar negeri, yaitu Geenie, di Bursa Efek Tokyo pada 2017 dan Whispir di Bursa Efek Australia pada Juni 2019.

Rencana Telkom

Tahun ini, salah satu rencana Telkom untuk memperbesar bisnis digitalnya adalah mengakuisisi pemain e-commerce, yakni Bhineka.com. Sebelumnya, Direktur Keuangan Telkom Harry M Zen mengatakan pihaknya belum dapat mengungkapkan secara rinci, termasuk dana serta porsi saham yang akan diambil, apakah mencapai 51% atau lebih. “Belum final, kami terus review,” jelasnya.

Secara terpisah Group Head of Brand Communication & Public Relation (PR) Bhinneka Astrid Warsito pernah mengatakan, pihaknya membuka kesempatan kerjasama dengan mitra strategis. Mitra ini terutama yang memiliki visi yang sama dalam ekspansi dan membangun industri e-commerce yang lebih baik.

Saat ini, Telkom tercatat memiliki bisnis e-commerce melalui Blanja.com, yang dikelola oleh  PT Metra Plasa. Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan antara Telkom dan eBay Inc.

Sejak didirikan 2012, kini Blanja.com telah memiliki mitra penjual lebih dari 50 ribu dan menghadirkan 500 juta produk. Tak mau kalah dengan pemain lain, Blanja.com menggandeng platform pembayaran online besutan berbagai jenis usaha BUMN, LinkAja.

Hingga semester I-2019, perseroan berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 11,07 triliun, melonjak 27,3% dibanding periode sama tahun lalu Rp 8,69 triliun. Sementara pendapatan perseroan mengalami peningkatan 7,73% menjadi Rp 69,34 triliun, dari semester I-2018 Rp 64,36 triliun.

Kontribusi pendapatan terbesar Telkom berasal dari segmen data, internet, dan jasa teknologi informatika yang mencapai Rp 44,22 triliun, melesat 17,5% dibanding periode sama tahun lalu Rp 37,61 triliun.

Selanjutnya, pendapatan telepon perseroan berkontribusi Rp 15,51 triliun turun 17% dari Rp 18,69 triliun, segmen interkoneksi menyumbang Rp 3,30 triliun, naik 39,8% dari Rp 2,36 triliun, pendapatan jaringan Rp 938 miliar, terdongkrak 43,42% dari Rp 654 miliar, dan pendapatan lain-lain menyumbang Rp 5,36 triliun, naik 6,13% dari Rp 5,05 triliun pada semester I-2018.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN