Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alat berat Superkrane

Alat berat Superkrane

Superkrane Incar Pendapatan Rp 600 Miliar

Kamis, 22 Juli 2021 | 22:32 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah

JAKARTA, Investor.id - PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) tahun ini mengincar pendapatan Rp 600 miliar, tumbuh sekitar 20% dari tahun silam. Untuk mengejar target tersebut, emiten penyedia alat angkat (crane) dan alat berat ini  menyiapkan berbagai strategi, dari efisiensi hingga ekspansi pasar luar negeri.

Sekretaris Perusahaan Superkrane Mitra Utama, Eddy Gunawin menjelaskan, penjajakan pasar ekspor merupakan salah satu fokus perseroan tahun ini, di samping pasar existing dalam negeri.

“Hingga Maret 2021, perseroan telah menyewakan dua crane berkapasitas 650 dan 750 ton kepada pelanggan asal Vietnam untuk membantu pembangunan windmill,” kata Eddy kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (22/7).

Terbaru, menurut Eddy, Superkrane juga mendapatkan pesanan dari pelanggan lain untuk permintaan sewa crane berkapasitas 100-800 ton. “Kontraknya selama enam bulan, baru-baru ini kami mendapat konfirmasi untuk peluang perpanjangan kontrak selama dua tahun,” tutur dia.

Ke depan, kata dia, Superkrane berkomitmen terus memperluas pangsa pasar di beberapa negara Asia Tenggara. Itu sebabnya, perseroan memutuskan untuk menambah 21 crane berbagai ukuran. Penambahan sejumlah armada ini sejalan dengan meningkatnya belanja modal (capital expenditure/capex) yang dianggarkan Rp 150 miliar pada 2021.

“Sebelumnya kami hanya menganggarkan belanja modal Rp 50 miliar. Namun, menimbang perekonomian Indonesia yang membaik, perseroan memutuskan untuk meningkatkan capex. Sejauh ini sudah terealisasi Rp 150 miliar untuk penambahan crane. Pengiriman terakhir akan tiba pada September 2020,” papar dia.

Pangsa Pasar 25-35%

Eddy Gunawin mengungkapkan, seiring penambahan armada, Superkrane juga memperluas layanan dengan menawarkan one stop solution dalam pengangkatan, logistik, hingga operator di lapangan. Langkah ini ditempuh sebagai pembeda perseroan dengan para kompetitor.

Dia menambahkan, di dalam negeri, Superkrane Mitra menargetkan pertumbuhan pangsa pasar 25-35%. Superkrane telah mengoperasikan 75% dari seluruh crane dan alat berat pendukung lainnya.

“Dengan terus menjadi market leader, kami menargetkan pertumbuhan 10-20% secara tahunan pada 2021 dibanding 2020. Target ini masih realistis berhubung permintaan yang mulai normal sejak Mei 2021,” ucap Eddy.

Hingga kuartal-I 2021, Superkrane membukukan pendapatan Rp 54,18 miliar, terpangkas 59,96% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 135,31 miliar. Meski demikian, laba bersih perseroan hingga akhir Maret 2021 relatif stabil Rp 33,34 miliar dari sebelumya Rp 33,62 miliar.

 

 

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN