Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Astra International.

Astra International.

Tahun Ini, Astra Naikkan 'Capex' Jadi Rp 12 Triliun

Kamis, 25 Februari 2021 | 23:14 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 11-12 triliun tahun ini. Anggaran ekspansi tersebut naik 44,5% dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 8,3 triliun.

“Paling banyak capex untuk Grup United Tractors. Mereka memerlukan untuk kebutuhan capex alat berat,” kata Head of Corporate Investor Relations Astra International Tira Ardianti kepada Investor Daily, Kamis (25/2).

Sementara itu, Astra meraih pendapatan bersih Rp 175,04 triliun pada 2020, turun 26% dibandingkan 2019 yang sebesar Rp 237,16 triliun. Laba bersih dengan menghitung keuntungan dari penjualan PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencapai Rp 16,2 triliun, turun 26% secara tahunan.

Tanpa memasukkan keuntungan tersebut, maka laba bersih Astra terpangkas 53% secara tahunan menjadi Rp 10,3 triliun. Pelemahan kinerja itu akibat pandemi Covid-19 dan langkah-langkah penanggulangannya yang menyebabkan penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, serta jasa keuangan.

Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan, perseroan terus beroperasi di tengah kondisi yang menantang dan masih terdapat ketidakpastian mengenai kapan pandemi akan berakhir. Pihaknya memperkirakan kondisi ini akan berlangsung selama beberapa waktu. “Masih terlalu dini untuk memprediksi dampak pandemi terhadap kinerja perseroan pada 2021,” jelas dia dalam keterangan resmi.

Tahun lalu, laba bersih bisnis otomotif Astra turun 68% menjadi Rp 2,7 triliun. Penjualan mobil Astra pada periode tersebut menurun 50% menjadi 270.000 unit, yang mencerminkan pangsa pasar sedikit menurun. Sebanyak 16 model baru dan 18 model revamped telah diluncurkan pada 2020.

Selanjutnya, penjualan Astra atas sepeda motor Honda menurun 41% menjadi 2,89 juta unit, yang menggambarkan peningkatan pangsa pasar. Sebanyak lima model baru dan 11 model revamped telah diluncurkan pada 2020.

Sementara itu, laba bersih bisnis alat berat, pertambangan, kosntruksi dan energi melemah 49% menjadi Rp 3,43 triliun. PT United Tractors Tbk (UNTR), yang 59,5% sahamnya dikuasai Astra, melaporkan penurunan laba bersih 47% menjadi Rp 6 triliun.

Tak luput dari tekanan, PT Acset Indonusa Tbk (ACST), yang 64,8% sahamnya dikendalikan United Tractors, melaporkan rugi bersih Rp 1,3 triliun. Hal ini disebabkan perlambatan penyelesaian beberapa proyek yang sedang berjalan dan berkurangnya pekerjaan konstruksi proyek selama masa pandemi.

Lebih lanjut, laba bersih segmen bisnis infrastruktur dan logistisk Astra mengalami penurunan 85% menjadi Rp 45 miliar dan bisnis teknologi informasi terkoreksi 81% menjadi Rp 36 miliar. Kemudian, laba bersih bisnis jasa keuangan Astra menurun 44% menjadi Rp 3,3 triliun, terutama disebabkan peningkatan provisi guna menutupi peningkatan kerugian kredit bermasalah pada bisnis pembiayaan konsumen dan alat berat.

Di sisi lain, divisi agribisnis mengalami lonjakan laba bersih 295% menjadi Rp 664 miliar pada 2020. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melaporkan peningkatan laba bersih dari Rp 211 miliar menjadi Rp 833 miliar, terutama disebabkan oleh harga minyak kelapa sawit yang lebih tinggi sebesar 28% menjadi Rp 8.545 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada laba bersih bisnis properti Astra sebesar 12% dari Rp 83 miliar menjadi Rp 93 miliar pada 2020. Lonjakan terutama karena tingkat hunian yang lebih tinggi di Menara Astra dan pengakuan laba dari proyek pengembangan Asya Residences.

Sementara itu, Astra International akan mengusulkan dividen final sebesar Rp 87 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan (RUPS) pada April 2021. Usulan dividen final tersebut dan dividen interim Rp 27 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2020, akan menjadikan total dividen untuk tahun 2020 sebesar Rp 114 per saham.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN