Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Waskita Group. Foto: dok.ID

Waskita Group. Foto: dok.ID

Tahun Ini, Dana Segar Rp 14,5 T Masuk Kas Waskita

Farid Firdaus, Jumat, 21 Februari 2020 | 11:00 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menargetkan penerimaan dana masuk ke kas internal sekitar Rp 14,5 triliun tahun ini. Dana tersebut akan berasal dari pembayaran proyek turnkey Rp 10 triliun dan pengembalian dana talangan tanah dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) senilai Rp 4,5 triliun.

Senior Vice President Corporate Secretary Waskita Karya Shastia Hadiarti mengatakan, dari total target pencairan turnkey, perseroan berharap segera mengantongi pembayaran dari proyek tol Jakarta-Cikampek II Elevated dengan nilai sekitar Rp 4,5 triliun dalam waktu dekat.

Sementara itu, perseroan juga mengkaji opsi penerbitan obligasi rupiah untuk memperkuat modal tahun ini. Namun, nilai penerbitan masih difinalisasi. “Kami lihat dulu situasi pasarnya ke depan,” jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (20/2).

Semula, Waskita Karya sempat merencanakan penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan IV senilai Rp 3 triliun pada semester II-2019. Namun, menjelang akhir tahun 2019, perseroan memperoleh kas masuk sebesar Rp 21,5 triliun dari pencairan proyek turnkey.

Di sisi lain, perseroan juga menilai kondisi market kurang stabil ketika itu. Akhirnya, perseroan membatalkan rencana penerbitan obligasi dan memutuskan untuk menarik peringkat atas PUB IV yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada 4 Februari 2020.

Tahun lalu, perseroan mengantongi total penerimaan kas sebesar Rp 44 triliun. Alhasil, gearing ratio perseroan pada akhir 2019 bisa diturunkan menjadi 2,3-2,4 kali. Perseroan juga mampu menyelesaikan pinjaman sebesar Rp 32,5 triliun, yang membuat jumlah total pinjaman turun signifikan dari Rp 86 triliun menjadi Rp 69 triliun pada akhir 2019. Selain dari pencairan turnkey, perseroan juga berencana melakukan divestasi sejumlah ruas jalan tol demi menjaga rasio keuangan pada tahun ini.

Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan, perseroan akan menawarkan kepada para investor strategis empat ruas tol perseroan pada 2020. Ruas tol tersebut antara lain Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Pemalang-Probolinggo. “Satu ruas tol lagi, mungkin kami akan pilih antara Medan-Kualanamu atau Semarang Batang, atau Pemalang-Batang,” jelas dia.

Herwidiakto mengakui tengah berdiskusi dengan sejumlah calon investor, baik domestik maupun lokal yang berminat mengakuisisi tol perseroan. Namun, pihaknya belum dapat menjelaskan detail para calon investor tersebut.

Sebagai informasi, Waskita melalui Waskita Toll Road tercatat terlibat sebagai investor pada 18 konsesi jalan tol dengan total panjang lebih dari 1.000 km. Pada Desember 2019, perseroan telah berhasil mengantongi Rp 2,5 triliun atas divestasi dua ruas jalan tol. Perseroan melepas 40% saham Solo-Ngawi dan 40% saham Ngawi-Kertosono kepada investor asal Hong Kong, Kings Key Ltd.

Adapun Kings Key mencicil sebagian pembayaran atas akuisisi tol tersebut. Kings Key merupakan anak usaha dari Road King Infrastructure Ltd. Manajemen Road King mengharapkan adanya peningkatan pendapatan secara bertahap pada dua ruas tol tersebut di masa mendatang. Seperti diketahui, Solo-Ngawi memiliki masa konsesi hingga 2056, sedangkan Ngawi-Kertosono hingga 2066.

Obligasi Jatuh Tempo

Sementara itu, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Waskita Karya menghadapi utang obligasi jatuh tempo senilai total Rp 3,25 triliun tahun ini. Rinciannya, Obligasi Berkelanjutan II Waskita Karya Tahap III Tahun 2017 Seri A senilai Rp747 miliar yang jatuh tempo pada 21 Februari 2020.

Ada pula Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya (Persero) Tahap I Tahun 2017 Seri A senilai Rp1,36 triliun yang jatuh tempo pada 6 Oktober 2020. Kemudian, Obligasi Berkelanjutan I Waskita Karya (Persero) Tahap II Tahun 2015 Seri B senilai Rp1,15 triliun yang akan jatuh tempo pada 16 Oktober 2020.

Secara terpisah, analis Binaartha Nafan Aji Gusta merekomendasikan akumulasi beli saham WSKT dengan target jangka panjang Rp 1.650. Pada penutupan perdagangan Kamis (20/2), saham WSKT bertengger di posisi Rp 1.215 per saham.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN