Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Three Arrows Capital

Three Arrows Capital

Tambah Lagi, Perusahaan Kripto Three Arrows Capital Ajukan Kebangkrutan

Senin, 4 Juli 2022 | 12:15 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Perusahaan dana lindung nilai kripto Three Arrows Capital (3AC) mencari perlindungan dari kreditur di Amerika Serikat di bawah Bab 15 dari Kode Kepailitan di AS. yang memungkinkan debitur asing untuk melindungi aset AS, menurut pengajuan pengadilan pada Jumat, 1 Juli 2022.

Dikutip dari CNBC, Senin (4/7/2022), perusahaan non AS menggunakan Bab 15 untuk memblokir kreditur yang ingin mengajukan tuntutan hukum atau mengikat aset di Amerika Serikat. 

Advertisement

Tujuan utama dari kebangkrutan Bab 15 adalah untuk mempromosikan kerja sama antara pengadilan AS, perwakilan mereka yang ditunjuk, dan pengadilan asing dan untuk membuat proses hukum kebangkrutan internasional lebih dapat diprediksi dan adil bagi debitur dan kreditor.

3AC yang berbasis di Singapura adalah salah satu korban terbesar dari apa yang disebut "crypto winter". Informasi terakhir mengenai perusahaan ini yaitu telah memasuki fase likuidasi. 

Baca juga: Bitcoin Masih Berjuang di Harga US$ 19.000-an

Perwakilan untuk 3AC mengajukan petisi di Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Selatan New York pada Jumat, menurut dokumen pengadilan. Sebelumnya, pada Kamis, regulator keuangan Singapura menuduh 3AC melebihi ambang batas asetnya dan memberikan informasi palsu.

3AC, yang didirikan bersama oleh Zhu Su dan Kyle Davies, adalah salah satu dana lindung nilai kripto yang paling menonjol (yang berfokus pada investasi dalam aset digital seperti mata uang kripto) dan dikenal dengan taruhannya yang sangat leverage. Zhu memiliki pandangan yang sangat bullish tentang Bitcoin.

Tetapi penurunan harga mata uang digital, yang telah menyebabkan miliaran dolar terhapus dari pasar dalam beberapa pekan terakhir, telah merugikan 3AC dan mengekspos krisis likuiditas di perusahaan.

Baca juga: Secara Analisis Teknikal, Penurunan Bitcoin Masih Wajar

Sebelumnya, maraknya perusahaan pedagang kripto (exchange) yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dinilai bukan semata-mata karena kehancuran harga aset kripto, melainkan juga karena alokasi dana manajemen yang lebih besar untuk pemasaran. Sebab, di kala pasar aset kripto sedang crash seiring membengkaknya inflasi AS ke level tertinggi selama 41 tahun ini masih ada exchange yang justru membuka perekrutan baru.

Country Manager Luno Indonesia Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan, PHK di beberapa exchange bukan salah kriptonya atau masa depan dari industri itu sendiri. Namun, lebih karena manajemen dari perusahaan tersebut.

Sebagai contoh, Crypto.com menghabiskan dana sebesar US$ 700 juta pada bulan November untuk hak penamaan pertandingan kandang Los Angeles Lakers, Clippers, dan Kings, yang sebelumnya dikenal sebagai Staples Center. Dampaknya, Crypto.com masuk dalam daftar perusahaan yang melakukan PHK.

Baca juga: Lagi Ramai PHK, Binance Justru Pede Rekrut Pegawai

Sama halnya dengan Coinbase yang menjajal bisnis olahraga dengan menandatangani kesepakatan kerja sama menjadi mitra platform kripto eksklusif untuk NBA dan WNBA, serta untuk liga afiliasi NBA pada Oktober 2021. Awal bulan ini, Coinbase mengumumkan menghentikan sementara perekrutan dan Senin lalu memutuskan hubungan kerja dengan 1.100-an stafnya.

“Mereka tidak save money dan saat downtrend seperti ini mau tidak mau harus ada PHK untuk bertahan. Jadi, ini bukan masalah industrinya, tapi masalah korporatnya masing-masing,” kata Jay.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN