Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di kawasan Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan melintas di kawasan Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Tambah Saham Free Float Emiten Dapat Insentif

Jumat, 30 Oktober 2020 | 12:52 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan peraturan baru mengenai insentif bagi emiten yang menambah porsi saham beredar di publik (free float). Insentif yang disiapkan otoritas bursa di antaranya potongan biaya pencatatan saham tahunan (unnual listing fee) dan usulan pemotongan pajak. Beleid baru ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas pasar saham domestik.

“Saat pasar saham mulai pulih, kami ingin secara khusus mendorong porsi free float. Kami akan bekerja sama dengan beberapa institusi mengenai insentif apa saja yang bisa diberikan kepada emiten,” kata Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Berdasarkan catatan Investor Daily, saat ini emiten yang memiliki free float minimal 40% bisa mendapatkan potongan pajak penghasilan (PPh) badan sebesar 3%. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2020 tentang Penurunan Tarif PPh bagi Wajib Pajak Badan dalam Negeri Berbentuk Perseroan Terbuka. PP yang diberlakukan sejak 19 Juni 2020 itu juga telah diadopsi Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang disahkan parlemen pada 5 Oktober lalu. 

Ketentuan saham free float
Ketentuan saham free float

Adapun ketentuan tentang saham free float diatur Surat Keputusan (SK) Direksi BEI Kep-00183/ BEI/12-2018 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas

Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat. Beleid ini diterbitkan pada 26 Desember 2018 dan berlaku mulai 27 Desember 2018.

Berdasarkan SK Direksi BEI tersebut, perusahaan tercatat dapat tetap tercatat di bursa jika jumlah saham yang dimiliki pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama mencapai minimal 50 juta saham dan minimal 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor.

Perkembangan IHSG, perkembangan market cap IHSG, jumlah perusahaan tercatat
Perkembangan IHSG, perkembangan market cap IHSG, jumlah perusahaan tercatat

Selain itu, pemegang saham harus berjumlah minimal 300 nasabah pemilik rekening. Meski diberlakukan mulai 27 Desember 2018, otoritas bursa memberikan waktu paling lambat dua tahun kepada emiten untuk memenuhi ketentuan tersebut. Dengan demikian, pada akhir tahun ini, ketentuan itu harus dipenuhi. (az)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN