Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi (Tanam Duit).

Ilustrasi (Tanam Duit).

Tanam Duit Proyeksikan Pertumbuhan Pengguna Jadi 400 Ribu

Rabu, 15 Januari 2020 | 19:51 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.idMarketplace investasi dan asuransi Tanam Duit menargetkan pertumbuhan pengguna pada 2020 menjadi 400 ribu. Hal itu seiring brand awareness yang lebih baik.

“Saat ini sudah banyak masyarakat yang mengenal platform kami,” kata Direktur Pengembangan Bisnis Tanam Duit Muhammad Hanif di sela acara talkshow bertajuk “Time to Invest: This Decade Belongs to Asia”, yang diselenggarakan oleh Tanam Duit bersama First State Investments Indonesia, di Jakarta, Selasa malam (14/1).

Sementara itu, pada 2019, Tanam Duit memperkirakan pertumbuhan pengguna menjadi 300 ribu. “Sampai saat ini kami baru tumbuh sebanyak 180 ribu, mudah-mudahan tahun 2020 bisa double digit dengan adanya dorongan tersebut,” jelas Hanif.

Tahun ini, Tanam Duit berencana memasarkan produk baru lagi, yang sebagian adalah produk reksa dana yang diterbitkan manajer investasi. “Saya belum bisa memberitahu produknya apa saja, karena ini masalah timing. Tapi, tahun ini, pasti ada untuk reksa dana. Kalau untuk SBN pasti kami selalu ikut,” ujarnya.

Tanam Duit juga ingin bekerjasama memasarkan produk-produk dana pensiun, namun hal tersebut masih dalam kajian. “Masih banyak yang harus dipikirkan dan belum menjadi prioritas untuk anak-anak muda,” tutur Hanif.

Lebih lanjut dia mengatakan, hingga saat ini, platform Tanam Duit menyediakan sekitar 70 produk reksa dana dari berbagai macam manajer investasi. Jumlah tersebut cukup untuk menyediakan pilihan alternatif dalam berinvestasi.

Dia pun menegaskan perlunya edukasi dan literasi yang lebih gencar mengenai produk reksa dana kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat paham bahwa ada produk investasi yang bisa dijangkau tanpa perlu biaya yang besar.

Mutual fund kan seharusnya dana kolektif, tapi yang menikmati reksa dana ini para pemilik dana di perusahaan manajer investasi, khususnya nasabah-nasabah prioritas. Ini bisa menjadi salah satu momentum untuk bisa masuk ke sektor ritel,” jelas Hanif.

Saat ini, jumlah investor di Indonesia telah mencapai 2,3 juta single investor identification (SID). Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,4 juta SID berasal dari generasi milenial. Sebab itu, dengan perkembangan financial technologi (Fintech) diharapkan mampu menjaring generasi milenial lainnya yang ke depan akan mendominasi usia rata-rata masyarakat Indonesia.

Mitra Distribusi Terbaik

Sebelumnya, PT Star Mercato Capitale selaku perusahaan pengelola marketplace investasi dan asuransi Tanam Duit meraih penghargaan sebagai mitra distribusi (Midis) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) terbaik kedua kategori non-bank tahun 2019 dari Kementerian Keuangan.

“Sepanjang 2019, Tanam Duit telah menjadi mitra distribusi yang membantu Kemenkeu memasarkan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 hingga Sukuk Tabungan seri ST006,” kata CEO Star Mercato Capitale Rini Hapsari dalam keterangan resmi.

Rini menegaskan, Tanam Duit telah memasarkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel kepada lebih dari 6.800 investor yang berinvestasi secara online sepanjang 2019. Dibandingkan 2018, jumlah investor SBN ritel yang berinvestasi melalui Tanam Duit melonjak 200%.

“Hasil ini cukup memuaskan bagi Tanam Duit dan tentunya kami akan terus berinovasi agar lebih baik pada tahun mendatang. Kami berkomitmen terus mendukung program pemerintah, dalam hal ini Kemenkeu, untuk memasarkan SBN ritel,” ujarnya.

Tanam Duit sebagai mitra distribusi fintech memiliki strategi pemasaran utama melalui teknologi digital, meliputi digital marketing dan offline seperti melalui radio dan bioskop.

“Tentunya edukasi yang secara berkesinambungan dilakukan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya pada Surat Berharga Negara. Tanam Duit terus berupaya untuk dapat menciptakan engagement, baik melalui media sosial maupun pelatihan offline,” jelas Rini.

Lebih lanjut dia mengatakan, ke depan, seiring masyarakat yang semakin mahir dalam menggunakan teknologi internet, Tanam Duit yakin akan selalu bisa menjadi top of mind masyarakat untuk platform investasi secara online.

Sepanjang 2019, Tanam Duit menjadi mitra distribusi fintech yang ikut serta memasarkan sembilan seri SBN ritel: SBR005, ST003, SBR006, ST004, SBR007, ST005, SBR008, ORI016, dan ST006. Adapun ST006 yang diterbitkan pada 1 November 2019 merupakan Green Sukuk Ritel pertama di dunia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN