Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu fitur Tanamduit.

Salah satu fitur Tanamduit.

Tanamduit: IHSG Masih Berpotensi Tembus Level 6.000

Selasa, 1 September 2020 | 09:55 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih memiliki potensi untuk kembali ke level 6.000 tahun ini. Hingga perdagangan Senin (31/8), indeks ditutup di zona merah pada level 5.238,4 atau turun 2%.

Chief Economist Tanamduit Ferry Latuhihin mengatakan, IHSG pada kuartal IV-2020 diproyeksikan mencapai level 5.500 hingga 6.000. “Kami masih yakin indeks bisa tembus 6.000 dan bukan tidak mungkin tahun 2021 pertumbuhan ekonomi kita bisa 6,6%. Kemudian, cepat atau lambat kondisi pandemi Covid-19 ini pasti akan berlalu, apalagi kalau vaksin benar-benar sudah tersedia,” kata dia saat Live Market Outlook, Senin (31/8).

Dia menegaskan, masyarakat cepat atau lambat juga akan bosan dengan kondisi saat ini, dimana aktivitas mereka terhambat oleh pandemi Covid-19 yang membuat beberapa dari mereka harus berdiam di rumah. Untuk diketahui, di Amerika, angka jobless rate sudah mengalami penurunan. Hal ini dapat diartikan bahwa aktivitas ekonomi akan meningkat lagi dan diproyeksikan terus terjadi sampai dengan akhir tahun ini, sehingga pertumbuhan ekonomi akan terjadi lebih cepat.

Menurut Ferry, di tengah kondisi saat ini, sektor pariwisata, perhotelan, dan properti menjadi sektor yang paling terkena dampak pandemi Covid-19, sehingga menjadi kurang menarik untuk dilirik oleh investor. Namun, apabila investor ingin berinvestasi di saham-saham sektor properti, dia merekomendasikan untuk memilih saham yang memiliki bisnis residensial. “Rekomendasi tersebut dipertimbangkan dengan outlook ke depan suku bunga masih terbilang rendah, kemudian ada kemungkinan KPR muncul lagi, sehingga properti berpotensi untuk kembali bullish,” tutur dia.

Pada kesempatan yang sama, Co-Founder dan Direktur Pengembangan Bisnis Tanamduit Muhammad Hanif mengatakan, hal yang diperlukan agar aktivitas ekonomi bergerak adalah, dengan cara terus mengeluarkan uang sebanyak mungkin. Pemerintah dan Bank Sentral melakukan kerja sama untuk mengeluarkan uang, hal ini dilakukan melalui penerbitan surat utang.

Menurut Hanif, hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan terjadi di seluruh dunia. “Berdasarkan penghimpunan dana ini, pemerintah akan menyelamatkan perekonomian,” jelas dia.

Sebagai informasi, berdasarkan data Tanamduit, grafik pergerakan Dow Jones hingga 28 Agustus telah mengalami pertumbuhan hingga 0,40% dan Nasdaq mengalami peningkatan hingga 29,56%. Adapun untuk pergerakan IHSG masih mengalami penurunan 13% secara year to date.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN