Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk United Tractors di kegiatan pertambangan. Foto: defrizal

Produk United Tractors di kegiatan pertambangan. Foto: defrizal

Tanda-Tanda Membaiknya Penjualan Alat Berat United Tractors

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 04:33 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) diproyeksikan pulih tahun depan karena bakal didukung oleh produksi tambang emas yang diperkirakan meningkat, serta pengoperasian pembangkit listrik. Sedangkan realisasi kinerja operasional seluruh bisnis perseroan hingga Juli 2020 sesuai ekspektasi. Bahkan, beberapa bisnis tumbuh lebih pesat dari perkiraan. 

United Tractors mencatat bahwa volume penjualan alat berat Komatsu membaik pada Juli 2020 menjadi 85 unit atau naik 11,8% dari bulan sebelumnya. Perseroan juga mencatat peningkatan volume penjualan batu bara sebesar 20,6%.

Sedangkan volume produksi batu bara turun 4% dan emas turun 18,8% dibandingkan bulan sebelumnya.

Analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, realisasi tersebut membuat total penjualan alat berat Komatsu perseroan turun 55,8% menjadi 938 unit hingga Juli 2020.

Volume produksi batu bara turun sekitar 11% menjadi 65,2 juta ton sampai Juli 2020.

Produk United Tractors. Foto: DEFRIZAL
Produk United Tractors. Foto: DEFRIZAL

“Pencapaian tersebut membuat penjualan alat berat Komatsu dan produksi batu bara perseroan telah merefleksikan 63% dan 60% dari total target tahun ini,” tulis Stefanus dalam riset terbaru.

Meski menunjukkan peningkatan, dia memilih untuk merevisi turun target kinerja operasional dan keuangan United Tractors tahun ini. Penurunan target tersebut sejalan dengan revisi turun target volume produksi batu bara oleh PT Pamapersada sebesar 16,2% menjadi 110 juta ton dengan overburden removal dipangkas menjadi 810 juta bcm.

Sebelumnya, produksi batu bara ditargetkan stabil di level 131 juta ton. Begitu juga dengan produksi emas direvisi turun menjadi 256-300 ribu oz atau turun 26,8- 37,8% dari perolehan tahun lalu. Target tersebut direvisi turun dari proyeksi semula mencapai 360 ribu oz.

Menurut Stefanus, penurunan target tersebut dipicu pandemi Covid- 19 yang berimbas terhadap penurunan utilisasi tambang emas perseroan menjadi hanya 50% dari total tenaga kerja yang masih aktif.

United Tractors. Foto: dok
United Tractors. Foto: dok

Perseroan menyebutkan bahwa tambang emas miliknya diperkirakan kembali normal pada Oktober dan November tahun ini. Namun, produksi emas perseroan akan tetap rendah hingga kuartal III tahun ini. Meski demikian, kenaikan rata-rata harga jual bisa membantu perseroan terhindar dari penurunan lebih dalam keuntungan tahun ini.

Berdasarkan realisasi kinerja operasioan hingga Juli 2020, Stefanus merevisi turun volume penjualan alat berat Komatsu oleh United Tractors dari 2.000 unit menjadi 1.500 unit tahun ini. Perkiraan volume produksi batu bara dipangkas dari 131 juta ton menjadi 110 juta ton.

Sedangkan estimasi volume penjualan batu bara dipertahankan sebanyak 9,3 juta ton. Adapun perkiraan volume produksi emas dipangkas semula 360 ribu oz menjadi 300 ribu oz.

Sedangkan target rata-rata harga jual direvisi naik dari US$ 1.400 per oz menjadi US$ 1.600 per oz. Pemangkasan target operasional tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk merevisi turun target laba bersih United Tractors tahun ini dari Rp 8,15 triliun menjadi Rp 7,6 triliun. Estimasi pendapatan juga dipangkas dari Rp 74,96 triliun menjadi Rp 65,61 triliun.

Meski demikian, target harga saham UNTR direvisi naik dari Rp 26.000 menjadi Rp 29.000. Hal ini sejalan dengan tren kenaikan harga jual emas. Target harga tersebut telah mengasumsikan penurunan keuntungan dari bisnis kontraktor penambangan batubara.

Target tersebut juga telah mempertimbangkan dimulainya pengoperasian pembangkit listrik Tanjung Jati pada akhir tahun 2021. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE sekitar 10,6 kali pada 2021.

Pandangan hampir senada diungkapkan analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya. Menurut dia, realisasi kinerja operasional United Tractors hingga Juli 2020 sudah sesuai ekspektasi. Bisnis kontraktor batu bara sudah sesuai ekspektasi atau setara dengan 57,1% untuk overburden dan mencapai 56,5% untuk produksi batu bara hingga Juli 2020.

United Tractors. Foto: Uthan
United Tractors. Foto: Uthan

Sedangkan pejualan alat berat Komatsu, penjualan batu bara, dan produksi emas dengan realisasi masing-masing 64,1%, 70,2%, dan 66,4%.

“Pencapaian tersebut telah melampaui perkiraan kami. Namun, kami belum berniat merevisi target kinerja operasional United Tractors tahun ini,” tulis Hariyanto dalam risetnya

Dia juga menyebutkan bahwa tambang emas akan menjadi mesin pertumbuhan kinerja keuangan United Tractors pada 2021. Hal ini didukung perkiraan pulihnya produksi emas perseroan tahun 2021 mencapai 350 ribu oz, dibandingkan target tahun ini mencapai 255-300 ribu oz. Harga jual emas yang diprediksi tetap baik tahun depan.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan harga saham UNTR dengan target harga Rp 26.000. Namun, rekomendasi sahamnya direvisi turun menjadi trading buy.

Target harga tersebut mempertimbangkan penurunan laba bersih United Tractors menjadi Rp 8,12 triliun tahun ini dibandingkan pencapaian tahun lalu senilai Rp 11,31 triliun. Pendapatan juga diperkirakan turun dari Rp 84,43 triliun menjadi Rp 66,95 triliun.

Sebelumnya, United Tractors yang merupakan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) menyatakan bahwa perseroan akan fokus pada bisnis tambang emas sebagai salah satu penunjang pertumbuhan kinerja. Perseroan membuka kemungkinan kembali mengakuisisi tambang emas, apabila sesuai dengan karakteristik perseroan.

Presiden Direktur United Tractors Frans Kesuma mengatakan, segmen usaha pertambangan emas yang dijalankan oleh PT Agincourt Resources sangat berkontribusi signifikan bagi kinerja perseroan sepanjang 2019. Kontribusi Agincourt yang mengoperasikan tambang emas Martabe di TapanuliSelatan, Sumatera Utara, menjadisalah satu penopang yang membuat kinerja perseroan tetap terjaga.

“Ke depan, bisnis tambang emas ini menjadi salah satu fokus perseroan, sehingga pertumbuhan perseroan salah satunya bergantung dari emas,” kata Frans.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN