Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek enegri PT Indo Tambangraya Megah Tbk. Foto: ITM

Salah satu proyek enegri PT Indo Tambangraya Megah Tbk. Foto: ITM

Tangguh Lalui Gejolak, ITM Siap Manfaatkan Momentum Pemulihan Harga

Rabu, 12 Mei 2021 | 09:05 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id -  Pandemi Covid -19 sepanjang tahun 2020 telah menyebabkan permintaan energi menurun dan harga batubara merosot ke level terendah. Meskipun demikian, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM). telah mampu melewati krisis dan siap untuk memanfaatkan momentum pemulihan harga di tahun ini dengan kegiatan operasional yang andal dan berjalan lancar serta sisi keuangan yang kuat.

Saat negara-negara di dunia menerapkan lockdown pada bulan Maret tahun lalu, harga batubara tertekan hingga menyentuh angka terendah di US$ 45 per ton. Program vaksinasi dan penerapan new normal di seluruh dunia, telah mendorong pemulihan konsumsi dan permintaan energi, sehingga harga mulai berangsur pulih semenjak bulan Oktober tahun lalu dan mencapai puncaknya di US$ 96 per ton pada akhir bulan Maret tahun ini.

Ketika sektor pertambangan batubara bergerak ke titik terendahnya, ITM telah menerapkan efisiensi biaya secara disiplin guna menjaga agar kegiatan operasional berjalan lancar dan siap memanfaatkan momentum kenaikan harga.

ITM dalam keterangan media yang diterima di Jakarta, Rabu (12/5/2021) memaparkan, sepanjang triwulan pertama 2021, Perseroan mencatat perolehan rata-rata harga batubara sebesar US$ 68,1 per ton, naik 29% secara kuartal atau 16% secara tahunan dengan total volume penjualan 4,1 juta ton. Penjualan tercatat sebesar US$ 284 juta pada triwulan pertama, sedangkan marjin laba kotor naik 12% dari triwulan pertama tahun lalu menjadi 30% pada triwulan pertama tahun ini.

Kenaikan harga jual rata-rata telah menghasilkan arus kas yang kuat. EBITDA tercatat sebesar US$ 86 juta pada triwulan pertama 2021, naik 48% dari periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan laba bersih naik signifikan 191% dari US$ 14 juta pada triwulan pertama 2020 menjadi US$ 42 juta pada periode yang sama tahun ini. Adapun laba bersih per saham dibukukan sebesar US$ 0,04.

Dari target volume penjualan 20,7-22,9 juta ton untuk tahun ini, Perseroan telah mendapatkan 67% kontrak penjualan. Sebanyak 27% harga jualnya telah ditetapkan, 39% lagi mengacu pada indeks harga batu bara sedangkan 2% lainnya belum ditentukan harga jualnya. Selebihnya 33% belum terjual.

Perseroan sepanjang triwulan pertama tahun 2021 telah menjual 4,1 juta ton batu bara yang diekspor ke negara Jepang (0,9 juta ton), Tiongkok (0,8 juta ton), Bangladesh (0,4 juta ton), Thailand (0,4 juta ton), dan negara-negara lain di Asia Timur dan Tenggara, sedangkan penjualan domestik adalah sebanyak 0,6 juta ton.

Sampai dengan akhir Maret 2021, total aktiva ITM bernilai US$ 1.201 juta dengan total ekuitas US$ 884 juta. Perseroan memiliki posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar US$ 276 juta dengan posisi pinjaman jangka panjang dari bank sebesar US$ 35,8 juta.

Vaksinasi gotong royong

Dirut PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) Mulianto. Foto: ITM
Dirut PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) Mulianto. Foto: ITM

Untuk strategi di tahun 2021, Perseroan telah menetapkan “Empat Plus Sasaran Utama.” Pertama adalah melindungi karyawan secara jasmani dan rohani dari ancaman Covid -19 dan terus mendukung masyarakat sekitar tambang dengan menyediakan bantuan kesehatan maupun logistik selama pandemi. Perseroan berencana ikut serta dalam program vaksinasi Gotong-Royong demi kebaikan seluruh karyawan.

Kedua, Perseroan akan terus mengoptimalisasi keuntungan dengan menetapkan target volume produksi sebesar 17,7-19,9 juta ton dengan nisbah kupas 9,7 kali dan target volume penjualan sebesar 20,7-22,9 juta ton. Baik angka target volume produksi dan volume penjualan dapat mengalami perubahan apabila disetujui oleh pemerintah.

Di samping itu, Perseroan juga akan menciptakan nilai sepanjang rantai batubara di antaranya mendapatkan batubara pihak ketiga sebanyak 2,5-2,9 juta ton dan menambang 4,3 juta ton yang dilakukan oleh anak perusahaan sendiri.

Ketiga, Perseroan akan melanjutkan transformasi digital dengan target andalan mempercepat transisi pertumbuhan secara digital, dan rasionalisasi harga. Transformasi digital diharapkan dapat membangun platform yang sangat cepat dan memberikan layanan dengan nilai tambah. Di samping itu, transformasi digital diharapkan juga dapat membentuk sumber daya manusia dengan budaya digital, tidak rapuh dan berfokus pada Tata Kelola Perusahaan yang baik.

Keempat, Perseroan pada tahun ini juga akan mewujudkan inisiatif ESG (Environmental, Social, and Corporate Governance) dan meneguhkan Banpu Heart sebagai Nilai Inti Perusahaan. ESG adalah kecenderungan global yang tak bisa dihindari sedangan Banpu Heart dipercaya akan menggerakkan transformasi bisnis menuju “Perusahaan Indonesia di bidang energi yang berintikan inovasi, teknologi, inklusi dan keberlanjutan.”

Terakhir, Perseroan akan menjajaki transformasi bisnis baru di luar penambangan batubara, yaitu mengembangkan kapasitas menuju tren energi masa depan, mengeksplorasi potensi investasi yang menangkap pertumbuhan tinggi dari tren energi baru, menggunakan sumber daya terbarukan di seluruh lokasi tambang yang ada dan ikut serta dalam tren hilirisasi batubara yang di antaranya proyek uji coba Underground Coal Gasification.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN