Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas teller sedang menghitung uang rupiah di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Petugas teller sedang menghitung uang rupiah di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Tantangan Covid Masih Besar, Rupiah Diprediksi Melemah Esok Hari

Senin, 24 Januari 2022 | 15:25 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2022 diprediksi semakin membaik dan menjadi momentum pemulihan. Meski begitu, masih ada beberapa tantangan dan ketidakpastian yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi nasional, terutama soal Covid-19, mengingat semua negara tidak memiliki akses vaksin yang sama sehingga Covid-nya selalu bermutasi. Hal itu menimbulkan berbagai masalah yang terjadi.

Meskipun tahun 2022 sudah menjadi tahun ketiga pandemi Covid-19, hal itu tidak lantas membuat tantangan yang dihadapi akan jadi lebih mudah. Bahkan dari berbagai pembahasan di level G-20 maupun antar menteri keuangan dan gubernur Bank Sentral di dunia kompleksitas dari kebijakan akan mendominasi tahun 2002 ini.

Baca juga: Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 3,5% Berhasil Angkat Rupiah

Terlebih adanya kenaikan kasus Covid-19 akibat varian Omicron di Indonesia. Hal ini membuat pemerintah akan lebih meningkatkan kewaspadaan. Kenaikan kasus Covid-19 di awal tahun turut mengancam kegiatan ekonomi pada tahun 2022.  Kalau memang Omicron terus menyebar dan mengganas, maka akan berpengaruh terhadap kinerja ekonomi di seluruh dunia dan akan berdampak terhadap ekonomi Indonesia.

Dalam perdagangan Senin sore ini, rupiah ditutup menguat tipis 0,5  walaupun sebelumnya sempat menguat 12 poin di level Rp 14.335 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.331. “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan  dibuka  berfluktuatif namun  ditutup melemah  di rentang   Rp 14.320-14.370,” ujar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Senin (24/1).

Baca juga: Rupiah Awal Tahun Melemah, BI Ungkap Pemicunya

Di sisi eksternal, investor terus bersiap untuk keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve AS, sementara kekhawatiran atas inflasi dan ketegangan geopolitik di Eropa Timur meningkatkan daya tarik safe-haven logam kuning. The Fed akan menurunkan keputusan kebijakannya pada hari Rabu. Secara luas diperkirakan akan memperketat kebijakan moneter pada kecepatan yang lebih cepat dari yang diharapkan untuk mengekang inflasi yang terus tinggi, yang sekarang dipandang sebagai ancaman terbesar bagi ekonomi AS pada tahun 2022 menurut jajak pendapat Reuters.

Selain itu, ketegangan antara AS dan Rusia atas Ukraina berlanjut, dengan AS pada Minggu memerintahkan kepergian anggota keluarga staf yang memenuhi syarat dari kedutaan besarnya di Ukraina. Ia juga mendesak semua warganya untuk meninggalkan negara itu karena risiko konflik bersenjata meningkat.

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN