Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: Perseroan)

Ilustrasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: Perseroan)

Tantangan dan Prospek BUMI, Seperti Apa?

Selasa, 29 Nov 2022 | 17:44 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Curah hujan tinggi, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada tahun ini telah kehilangan potensi pendapatan lebih dari US$ 1 miliar. Meski demikian, BUMI tetap mematuhi aturan royalti terbaru  dan menyumbang sebesar US$ 700 juta kepada negara.

DIrektur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava menjelaskan, pada tahun ini perseroan dihadapkan pada sejumlah tantangan.

Pertama, yakni adalah persoalan utang yang akhirnya dapat diselesaikan perseroan dengan mendapatkan investor baru yakni Grup Salim dan juga OWK yang akan dieksekusi oleh CIC dalam waktu dekat.

Baca juga: Jelang Private Placement, Investor Asing Crossing Beli Saham BUMI Rp 581 Miliar

Advertisement

“Sehingga kami dapat melakukan penghematan kas hingga US$ 200 juta yang dianggarkan untuk membayar utang pada tahun 2023 mendatang,” jelasnya dalam paparan publik, Selasa (29/11/2022).

Ia melanjutkan, dengan demikian perseroan berhasil menyelesaikan utang berdenominasi dolar yang menjadi prioritas dari perseroan yakni menjadi perusahaan bebas utang atau zero debt.

Masalah lainya yakni, soal cuaca. Curah hujan yang tinggi akibat badai La Nina berdampak sangat buruk bagi pertambangan batu bara perseroan, bahkan perseroan mengestimasikan kerugian yang dialami perseroan mencapai 10% dari target produksi batu bara di 2022 yang berkisar di 72 juta ton hingga 75 juta ton. “Angka 10% tersebut setara dengan US$ 1 miliar, itu potensi kehilangan kita akibat hujan,” ujarnya.

Tantangan berikutnya, yakni adanya perubahan kebijakan royalti batu bara dari pemerintah dari 30,5% pada 2021 menjadi 40% untuk domestik dan 28% untuk ekspor.

Dileep mengatakan, apabila diambil rata-rata royalti yang dibayarkan oleh perseroan pada tahun 2022, maka jumlahnya sudah lebih tinggi 11% dari pendapatan kotor perseroan pada tahun 2021.

“Jadi jika anda mengambil pendapatan Bumi sebesar US$ 6,3 juta dolar hingga September, tambahan royalti yang telah dibayarkan kepada pemerintah di periode yang sama sudah mencapai US$ 700 juta dolar,” paparnya.

Maka dari itu, pada tahun depan perseroan berharap dapat mengembalikan kerugian yang dialami pada tahun 2022 dengan menargetkan produksi batu bara lebih tinggi 10% dari tahun 2022 yang diestimasikan pada kisaran 80 juta ton hingga 85 juta ton. Hal ini, lanjut Dileep, tentu akan dipengaruhi oleh faktor cuaca.

Untuk mencapai target itu, maka yang menjadi prioritas perseroan pada tahun 2023 yakni melakukan efisiensi dalam produksi batu bara, mitigasi cuaca hujan, dan memperkaya bauran produk yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan realisasi.

Perseroan juga berharap dengan melakukan volume produksi dan produk yang lebih kaya akan kualitas akan meningkatkan harga. Untuk diketahui, BUMI merupakan penyuplai batubara terbesar kepada PLN dengan estimasi sebesar 25% dari total produksi. DIleep menegaskan, perseroan berkomitmen untuk terus menjadi penyuplai terbesar batubara kepada pemerintah.

Baca juga: Market Cap BUMI Menuju Rp 70 Triliun, Grup Salim Turut Jadi Pengendali

Rangkaian fokus BUMI pada ini sejalan dengan prospek batu bara yang masih cerah. Dileep kembali mengatakan, permintaan daya secara global saat ini terus meningkat terutama di saat harga gas sedang tinggi.

Oleh karena itu permintaan batu bara akan terus meningkat. Saat ini, batu bara menjadi opsi dari gas yang harganya sangat tinggi, karena itu harga batu bara dinilai oleh perseroan akan terus mencatatkan peningkatan pada tahun 2023 pada kisaran US$ 200 sampai dengan US$ 250, bahkan pada dua tahun setelahnya harga batu bara akan terus naik.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com