Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bank Negara Indonesia (BBNI) atau BNI. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bank Negara Indonesia (BBNI) atau BNI. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Target Harga Saham BNI (BBNI) Direvisi Naik, Begini Pertimbangannya

Jumat, 18 Nov 2022 | 08:15 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Target harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) direvisi naik dari Rp 10.700 menjadi Rp 11.500. Sedangkan laba bersih tahun 2023 diproyeksikan meningka menjadi Rp 21,6 triliun, dibandingkan proyeksi tahun 2022 senilai Rp 18,15 triliun.

Baca juga: Laba Kuartal III-2022 BNII Stabil di Rp1,48 Triliun

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengatakan, margin keuntungan (net interest margin/NIM) BBNI diperkirakan bisa menyentuh level 4,7% tahun 2022 atau setara dengan peningkatan asset yields sebesar 20 bps menjadi 6,3%. “Peningkatan keuntungan perseroan diprediksi berasal dari segmen pasar risiko rendah,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

BRI Danareksa Sekuritas memberikan beberapa faktor pendongkrak NIM perseroan menjadi 4,7% tahun 2023, yaitu perseroan fokus penyaluran kredit segmen top tier korporasi, program KUR, dan kredit pay roll. Pertumbuhan juga didukung ekspektasi peningkatan simpanan nasah mencapai 5,6%. Pertumbuhan kredit diprediksi mencapai 8,6% pada 2023.

Advertisement

Baca juga: Di Tengah Turbulensi Ekonomi, Laba BNI (BBNI) Melesat 76,8%

“Kami juga memperkirakan bahwa perseroan mampu untuk menaikkan suku bunga beberapa kredit korporasi yang akan mendukung peningkatan margin keuntungan,” tulisnya.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan bahwa rasio dividen BNI diperkirakan bakal lebih tinggi untuk tahun buku 2022 setara dengan 40%, dibandingkan rasio dividen selama ini mencapai 25%. Hal ini akan berimbas terhadap yield dividen bisa naik dari 2,6% menjadi 4,2%.

Baca juga: Dukung UMKM Go International, BNI Optimalkan Momentum G20

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih BNI menjadi Rp 21,58 triliun pada 2023, dibandingkan perkiraan tahun 2022 sekitar Rp 18,15 triliun. PPOP perseroan juga diprediksi meningkat menjadi Rp 37,80 triliun pada 2023, dibandingkan proyeksi tahun 2022 senilai Rp 34,55 triliun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com