Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksa Dana. Ilustrasi: IST

Reksa Dana. Ilustrasi: IST

Targetkan AUM Rp 400 Miliar, Shinhan Asset Management akan Luncurkan Dua Produk Baru

Senin, 21 September 2020 | 23:57 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Shinhan Asset Management berencana meluncurkan dua produk baru menjelang akhir tahun ini. Dari dua produk baru ini, perseroan menargetkan dana kelolaan investasi (asset under management/AUM) sebesar Rp 400 miliar.

Direktur Utama Shinhan Asset Management Tjiong Toni mengatakan, dua produk yang akan diluncurkan adalah reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dan reksa dana terproteksi.

"Untuk RDPT ditargetkan Rp 300 miliar dan reksa dana terproteksi Rp 100 miliar,"  ujar dia kepada Investor Daily belum lama ini.

Toni menjelaskan, melalui peluncuran produk ini, pihaknya berharap bisa mendukung target AUM tahun ini. Meskipun, perseroan berencana me-review kembali target dana kelolaan investasi tahun ini. Awalnya, perseroan mencanangkan AUM tahun ini sebesar Rp 3 triliun.

"Ada beberapa perkembangan signifikan di industri manajemen investasi, kami lagi diskusikan di internal soal target AUM dan strategi kami, khususnya buat menghadapi tahun depan," jelas dia.

Adapun hingga Agustus 2020, perseroan mencatat dana kelolaan sebesar Rp 1,5 triliun. Menurut Toni, produk reksa dana yang masih bisa bertumbuh dan berkontribusi terhadap AUM tersebut adalah reksa dana pasar uang.

"Sedangkan reksa dana ekuitas, campuran dan pendapatan tetap masih cukup berat," kata dia.

Selain Shinhan Asset Management, PT Bahana TCW Investment juga berencana mengevaluasi target tahun ini.

Direktur Utama Bahana TCW Investment Management Indonesia Edward P Lubis mengatakan, pandemi Covid-19 memang mempengaruhi bisnis pengelolaan investasi, seperti halnya pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi global dan domestik.

Dengan pengaruh tersebut, perseroan harus merevisi target pertumbuhan AUM dari sebelumnya yang ditargetkan bertumbuh 10% menjadi hanya bertumbuh 1-2%.

"Kami sudah bersyukur kalau bisa flat growth, dan akan sangat bergembira kalau pertumbuhannya positif 1-2%," jelas dia.

Untuk bisa mencapai target tersebut, perseroan akan fokus pada produk-produk yang lebih defensif. Hal ini dilakukan sambil melihat perkembangan penanganan wabah dan pemulihan ekonomi.

Sementara itu, sampai pertengahan Agustus 2020, perseroan sudah mencatat perolehan AUM sebesar Rp 48,7 triliun. Perolehan AUM tersebut banyak berasal dari reksa dana pasar uang dan reksa dana terproteksi. Sementara produk reksa dana pendapatan tetap dan saham berkontribusi kecil.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN