Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bijih Nikel. Foto: Antam.

Bijih Nikel. Foto: Antam.

Target-target Antam Setelah Sahamnya Masuk MSCI

Minggu, 14 Februari 2021 | 21:54 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menargetkan kenaikan volume produksi dan penjualan komoditas utama perseroan, yakni feronikel, bijih nikel, emas, dan bijih bauksit tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko menjelaskan, untuk feronikel, pihaknya menargetkan volume produksi dan penjualan mencapai 26 ribu ton nikel (TNi). Jumlah ini relatif stabil dibandingkan dengan pencapaian produksi dan penjualan tahun 2020 yang masing-masing sebesar 25.970 TNi dan 26.163 TNi.

“Target produksi tersebut sejalan dengan optimalisasi yang perseroan lakukan pada produksi feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara,” jelas Kunto dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut, untuk komoditas bijih nikel, Antam menargetkan total produksi mencapai 8,44 juta wet metric ton (wmt). Peningkatan ini nantinya akan digunakan oleh perseroan sebagai bahan baku pabrik feronikel dan mendukung penjualan kepada pelanggan domestik.

Pihaknya juga menargetkan penjualan bijih nikel sebanyak 6,71 juta wmt tahun ini atau naik 104% dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 3,3 juta wmt (unaudited). Membaiknya outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel dalam negeri menjadi alasan perseroan meningkatkan target penjualan.

Mengenai emas, Antam memproyeksikan volume produksi sebanyak 1,37 ton, sedangkan volume penjualan sebanyak 18 ton. Untuk memuluskan rencana itu, perseroan berfokus pada pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri. “Target ini meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat berinvestasi pada emas dan pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik yang terus naik,” tutur Kunto.

Selanjutnya, perseroan menargetkan volume produksi bijih bauksit sebanyak 3 juta wmt atau naik hingga 93% dibandingkan tahun lalu (unaudited) sebanyak 1,55 juta wmt. Peningkatan produksi bijih bauksit tersebut akan digunakan sebagai bahan baku produksi serta penjualan kepada pihak ketiga.

Penjualan bijih bauksit juga diproyeksikan naik 122% menjadi 2,73 juta wmt tahun ini dibandingkan tahun lalu sebanyak 1,23 juta wmt. Peningkatan penjualan komoditas ini seiring dengan kenaikan permintaan.

Baru-baru ini, saham Antam menjadi penghuni baru MSCI Global Standard Index yang akan berlaku pada 26 Februari 2021. Hal itu dinilai semakin berdampak positif terhadap likuiditas perdagangan saham ANTM.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama mengatakan, likuiditas saham Antam tentu dapat dijadikan pertimbangan investor. Terlebih, saat ini pergerakan harga komoditas juga masih cukup menarik, sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada kenaikan kinerja keuangan Antam pada 2021.

“Untuk saat ini, ANTM diperdagangkan dengan harga yang relatif premium atau berada di atas harga wajarnya. Kami masih merekomendasikan hold dengan target harga Rp 2.230,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN