Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia, Samsul Hidayat, saat acara Emiten Expose 2021 Live Streaming di Beritasatu.com, Youtube dan Facebook Beritasatu Media pada Selasa 27 Juli 2021. Foto: BeritasatuPhoto/Uthan AR

Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia, Samsul Hidayat, saat acara Emiten Expose 2021 Live Streaming di Beritasatu.com, Youtube dan Facebook Beritasatu Media pada Selasa 27 Juli 2021. Foto: BeritasatuPhoto/Uthan AR

Tarik Minat Korporasi Masuk Bursa, AEI Minta Likuiditas Ditingkatkan

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:24 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA,Investor.id - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mengusulkan peningkatan likuiditas pasar dan regulasi tentang investor institusi dalam berinvestasi di pasar modal. Hal ini bertujuan untuk menarik banyak emiten masuk Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Eksekutif AEI Samsul Hidayat mengatakan, minat korporasi untuk menjadikan pasar modal sebagai sumber pendanaan perlu ditingkatkan. Hal ini bisa dilaksanakan, apabila likuiditas pasar saham ditingkatkan. Apalagi market velocity atau jumlah barang yang ditransaksikan di bursa domestik baru mencapai 10-15%, dibandingkan di negara lain telah mencapai 40-50%.

"Untuk meningkatkan likuiditas ini, otoritas pasar modal mungkin perlu menerapkan aturan main market maker," kata dia dalam acara Diskusi Panel Bertajuk "Tahun Kebangkitan Emiten" Secara Virtual, Selasa (27/7).

Selain itu, dia mengatakan, pemerintah perlu merumuskan regulasi terkait kegiatan investor domestik. Pasalnya, saat ini ada semacam ketakutan investor institusi untuk berinvestasi di pasar modal.

Promosi secara global terkait bursa saham Tanah Air berkinerja baik juga perlu dilaksanakan. "Apabila semua ini dilakukan, dan juga ada dukungan teknologi, akhir tahun mudah-mudahan ketika pandemi berakhir, IHSG bisa bangkit dan menembus 7.000," jelas dia.

Terkait dampak pandemi terhadap kinerja emiten, dia mengatakan, terjadi penurunan pendapatan sebesar 10% pada 2020. Sementara laba seluruh emiten di periode yang sama turun 42%, dibandingkan raihan tahun 2019. "Data semester I-2021 belum lengkap, namun kami lihat sudah membaik," kata dia.

Meski demikian, Samsul menjelaskan, tidak semua emiten terkena dampak pandemi Covid-19. "Oleh karena itu, mau tidak mau emiten yang terdampak dan tidak terkena dampak harus bisa menyatukan tangan agar pandemi bisa terselesaikan," kata dia.

Lalu, harus ada juga promosi secara global mengenai bursa tanah air yang bisa berkinerja baik. "Apabila semua ini dilakukan, dan juga ada dukungan teknologi, akhir tahun mudah-mudahan ketika pandemi berakhir, IHSG bisa bangkit dan menembus 7.000," jelas dia.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN