Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT TBS Energi Utama Tbk. Foto: Perseroan.

PT TBS Energi Utama Tbk. Foto: Perseroan.

TBS Energi Siap Investasi US$ 500 Juta untuk Proyek EBT

Kamis, 18 November 2021 | 23:58 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) siap menginvestasikan dana hingga US$ 500 juta atau setara Rp 7,1 triliun di bidang usaha energi baru terbarukan (EBT) atau renewable energy.

Head of Legal & Corporate Secretary TBS Energi Utama Pingkan Ratna Melati mengatakan, perseroan berkomitmen untuk mencapai zero emisi pada tahun 2030. Target ini diterapkan dalam business plan perseroan dengan dana yang diperoleh dari pendapatan perseroan dan masih berasal dari fossil fuel base.

Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk berinvestasi di bidang renewable dan clean energy, seperti pembangkit listrik tenaga air dan angin, serta panel surya. Selain itu, perseroan akan menginvestasikan dananya untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

“Kami berkomitmen dalam 5 tahun ke depan untuk berinvestasi kurang lebih US$ 500 juta. Komitmen kami dalam sustainability ini salah satunya kolaborasi dengan Gojek, dimana kami berinvestasi di bidang electric vehicle yang ramah lingkungan,” kata Pingkan dalam konferensi pers TBS & Gojek, Kamis (18/11).

Kemarin, TBS Energi dan Gojek resmi membentuk usaha patungan (joint venture/JV) kendaraan listrik roda dua bernama Electrum. Kedua perusahaan berkomitmen untuk mencapai zero emisi pada 2030.

Melalui perusahaan patungan tersebut, Gojek dan TBS akan mengembangkan usaha bisnis dalam bidang manufaktur kendaraan listrik roda dua, teknologi pengemasan baterai, infrastruktur penukaran baterai, hingga pembiayaan untuk memiliki kendaraan listrik.

Wakil Direktur Utama TBS Energi Utama Pandu Patria Sjahrir mengatakan, usaha patungan tersebut membuat perseroan dan Gojek mengeluarkan dana investasi kurang lebih Rp 16-17 triliun atau setara US$ 1 miliar. Aksi ini diharapkan bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat dan Indonesia.

“Komitmen awal, kami akan menanamkan kurang lebih US$ 10 juta, tapi dalam waktu 5 tahun ke depan kami akan investasi lebih dari US$ 1 miliar berbarengan untuk membangun industri ini. Kami mengharapkan inisiatif ini akan menjadi katalis untuk pemanfaatan kendaraan listrik di Indonesia,” jelas Pandu.

Dalam JV tersebut, perseroan dan Gojek tidak berencana untuk menjual produknya ke luar negeri. Kedua perusahaan ingin membangun ekosistem di Indonesia. Dengan demikian, inisiatif ini diharapakan bisa memberikan semangat para industrialis lain untuk ikut membangun karena pasarnya sangat besar.

Pandu melanjutkan, untuk mengakselerasi adopsi kendaraan listrik, TBS melihat perlunya ekosistem yang komprehensif dan mumpuni. Pengalaman dan pemahaman perseroan di bidang energi bersama dengan ekosistem dan teknologi Gojek yang luas, bisa menjadi katalisator pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Tidak hanya itu, kendaraan listrik yang akan digunakan dalam memberikan layanan bagi konsumen juga bisa meningkatkan kepercayaan dan mendorong masyarakat umum untuk mencoba dan memanfaatkan kendaraan listrik,” ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Co-Founder & CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan, Gojek sangat serius dalam mengadopsi kendaraan listrik di Indonesia untuk digunakan di semua layanannya. JV tersebut merupakan upaya untuk mengubah semua opsi-opsi pelayanan Gojek untuk menggunakan motor listrik.

“Ini kami lakukan karena situasi polusi saat ini sudah sangat buruk, terutama di Jakarta. Udara yang dihirup pun kualitasnya juga sudah sangat rendah akibat dari kendaraan yang kita gunakan. Ini merupakan usaha dari perusahaan kami untuk membantu menciptakan solusi dari masalah tersebut,” ujar Kevin.

Dia menambahkan, Gojek sudah memiliki road map untuk penggunaan 100% kendaraan listrik pada tahun 2030. Perusahaan juga sudah uji coba tahap pertama untuk penggunaan kendaraan listrik pada Januari 2021. Aksi ini merupakan suatu usaha Gojek untuk mencapai target komitmen sustainabilty yang salah satunya adalah zero emission.

“Kami berharap upaya ini dapat mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan berkontribusi kepada penanggulangan perubahan iklim di Indonesia. Kendaraan listrik merupakan masa depan bagi sektor transportasi dan kami memastikan hal tersebut dapat terwujud lebih cepat melalui kolaborasi ini,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN