Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tiphone Mobile Indonesia. Foto: tiphone.co.id

Tiphone Mobile Indonesia. Foto: tiphone.co.id

Tekan Utang, TELE Rencanakan Terbitkan Obligasi untuk Refinancing

Ghafur Fadillah, Sabtu, 29 Februari 2020 | 15:02 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) berencana kembali menerbitkan obligasi demi menekan utang yang saat ini dimiliki perseroan yang akan jatuh tempo dan keperluan modal pengembangan digitalisasi bisnis perseroan.

Sekretaris perusahaan Semuel Kurniawan menjelaskan saat ini perseroan masih memiliki opsi obligasi yang telah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak Rp 2 triliun, sebelumnya perseroan baru merealisasikan obligasi tersebut pada September 2019 yakni obligasi berkelanjutan II Tiphone tahap II tahun 2019 dengan nilai pokok obligasi Rp 500 miliar dan obligasi senilai Rp 53 miliar yang  akan jatuh tempo pada 18 Februari 2020.

"Dengan begitu total obligasi yang telah direalisasikan perseroan sebanyak Rp 553 miliar sehingga masih mempunyai opsi obligasi yang saat ini masih belum dikeluarkan sebesar Rp 1,47 triliun," ujarnya usai paparan publik di Jakarta, Jumat (28/2).

Kemudian terkait rencana kerja di 2020, perseroan menargetkan target laba bersih sebesar Rp 485 miliar, dengan target revenue dari penjualan kartu perdana sebesar Rp 27 triliun dan dari penjualan gawai sebanyak Rp 6,9 triliun, target konservatif yang dipatok oleh perseroan tersebut diakibatkan perlambatan ekonomi yang sedang terjadi.

“Dengan adanya coronavirus ini kami menghentikan stok barang yang kami dapatkan dari tiongkok, otomatis hal itu menurunkan penjualan kami, karena berbagai macam merk gawai yang kami jual diproduksi di Tiongkok, saat ini stok terbesar yang kami punya saat ini berasal dari Korea Selatan sebelum akhirnya ikut terdampak,” ujarnya.

Demi mengatasi kondisi tersebut perseroan saat ini akan fokus mengembangkan bisnis yang sudah dimiliki perseroan, salah satunya dengan bekerja sama dengan perusahaan transportasi online asal Malaysia, yakni Grab dengan menjadi distributor voucher yang bernama grabgift yang sudah berjalan sejak Oktober 2019 lalu. Meskipun begitu pada 2020 perseroan tetap membuka peluang bisnis baru namun saat ini perseroan mengurungkan niatnya dikarenakan perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini dinilai perseroan menjadi saat yang kurang tepat untuk kembali berekspansi.

“Grabgift ini kami bertindak sebagai distributor, nantinya voucher tersebut bisa digunakan sebagai pengganti alat pembayaran bagi siapa saja dengan mudah, keuntungan membeli di kami yakni akan mendapatkan diskon, kontribusinya saat ini pada laba kami masih sangat kecil karena inisiasi ini masih pada tahap awal selain itu karena kami mengambil keuntungan dengan komisi di sekitar Rp 500 sampai Rp 1000,” tambahnya.

Selain itu perseroan juga berusaha masuk dalam bisnis peer 2 peer lending dengan mengeluarkan aplikasi yang bernama Telefin sebagai penyalur dana pinjaman, sejak diresmikan pada bulan Juli 2019 lalu, mendapatkan minat yang cukup besar dan berpotensi memiliki masa depan yang cerah bagi perseroan, namun perseroan mengatakan saat ini pengetahuan masyarakat mengenai finansial teknologi masih kurang luas sehingga menimbulkan keraguan.

“Dengan banyaknya terror mengenai pinjaman online yang terjadi saat ini menimbulkan ketakutan, terlebih kami juga akan lebih berhati-hati dengan menerapkan konsep Know Your Customer, kami juga sudah melakukan pembicaraan dengan investor dari Tiongkok untuk pengembangan bisnis dalam bidang digital karena sudah lebih maju, namun dengan mewabahnya coronavirus saat ini kami sepakat untuk menahan sementara rencana tersebut,” ujarnya usai paparan publik di Jakarta, Jumat (28/2),” paparnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN