Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi portofolio investasi. Foto: mncsekuritas.id

Ilustrasi portofolio investasi. Foto: mncsekuritas.id

Telefast Tetapkan Harga IPO Rp 180 per Saham

Gita Rossiana, Jumat, 6 September 2019 | 15:28 WIB

JAKARTA, investor. Id - PT Telefast Indonesia Tbk menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 180 per saham. Dengan harga tersebut, dana yang bakal diraup perusahaan dari aksi ini sebesar Rp 74,99 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan di media massa, perseroan berencana melepas 416.666.500 saham ke publik. Jumlah ini setara dengan 25% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

Dengan pelepasan saham tersebut, kepemilikan saham PT MCash Strategi Tbk (MCAS) di perseroan akan turun dari 58,58% menjadi 43,93%. Kemudian kepemilikan saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) juga akan turun dari 7,58% menjadi 5,69%. Sementara PT Telefast Investama Indonesia yang sebelumnya menggenggam 33,84% berkurang menjadi 25,38%. Sedangkan kepemilikan masyarakat menjadi 25%.

Lebih lanjut, perseroan sudah mendapatkan persetujuan efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  pada 5 September 2019. Sedangkan masa penawaran umum akan dilakukan pada 9-11 September 2019. Sementara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 17 September 2019.

Perseroan tmenunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi saham. Sementara PT Sinarmas Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi saham.

Direktur Utama PT Telefast Indonesia Tbk Jody Hedrian sebelumnya mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja sebesar 70%, belanja modal sebesar 25%, dan sisanya sebesar 5% yang akan diarahkan untuk investasi sumber daya manusia (SDM). Menurut Jody, pengembangan SDM memang menjadi salah satu prioritas perseroan tahun ini.

"Perusahaan dapat berkembang bagus karena memiliki talenta yang bagus sehingga kami meningkatkan investasi di SDM," kata dia.

Lebih lanjut, perseroan juga berencana mengembangkan bisnis baru dengan adanya dana IPO tersebut. Direktur dan Chief Financial Officer (CFO) Telefast Indonesia Setiawan Parikesit menjelaskan, perseroan berencana mengembangkan bisnis pengelolaan dan pengembangan SDM secara digital dan terintegrasi. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA