Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indosat Ooredoo.

Indosat Ooredoo.

Telkom dan Grup Djarum Incar Menara Indosat

Farid Firdaus, Senin, 19 Agustus 2019 | 21:25 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau Telkom (TLKM) sedang mengikuti proses lelang penjualan 3.000 menara telekomunikasi milik PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT). Selain Telkom, perusahaan milik Grup Djarum, yaitu PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), juga mengincar menara tersebut.

Direktur Keuangan Telkom Harry M Zen mengatakan, pihaknya belum menentukan apakah akan membeli seluruhnya atau sebagian, lantaran proses lelang masih berjalan dan terikat confidential agreement. Sesuai rencana, pembelian akan dilakukan oleh anak usaha perseroan, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

“Kalau kami menang, aset menara itu akan masuk ke Mitratel. Jadi ada dua opsi, bisa beli 3.000 atau hanya 1.000 menara,” kata Harry di Jakarta, Senin (19/8). Indosat dikabarkan memberi dua opsi dalam penawaran, yaitu 3.000 menara atau hanya 1.000 menara.

Menurut Harry, saat ini Mitratel tercatat memiliki sekitar 12-13 ribu menara telekomunikasi. Jika perseroan yang ditetapkan menjadi pemenang, dana akuisisi menara Indosat tersebut berasal dari belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini. Alhasil, capex perseroan berpeluang meningkat dari alokasi semula.

“Tahun ini, capex Telkom sekitar 27% dari target pendapatan, ini di luar aksi merger dan akuisisi. Nanti kita lihat lagi biaya akuisisi menara ini berapa,” tutur dia.

Sementara itu, seperti dilaporkan dealstreetasia.com, anak usaha Sarana Menara, yaitu PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), ikut serta dalam due diligence menara Indosat. Transaksi ini ditargetkan rampung pada akhir 2019. Menurut sumber laporan tersebut, JP Morgan menjadi penasihat keuangan Indosat, sedangkan nilai penjualan menara Indosat diharapkan mencapai US$ 300 juta.

Ketika dikonfirmasi, Wakil Direktur Utama Sarana Menara Adam Ghifari enggan berkomentar lebih lanjut. “Indosat yang punya rencana. Kami ikut proses dan statement dari Indosat saja,” jelas dia kepada Investor Daily.

Sebelumnya, manajemen Indosat menyatakan bahwa sumber pendanaan ekspansi perseroan tahun ini dan tahun mendatang akan berasal dari berbagai opsi. Mulai dari penjualan menara, rights issue, hingga penerbitan obligasi. Indosat mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 10 triliun tahun ini. Salah satunya akan diserap untuk membangun 18 ribu base transceiver station (BTS) 4G baru di 4.200 sites.

Akuisisi e-Commerce

Selain akuisisi menara, Telkom juga tengah melakukan review untuk mengakusisi salah satu pemain e-commerce domestik, yakni bhinneka.com. Namun, kata Harry, pihaknya belum dapat mengungkapkan secara rinci, termasuk dana dan porsi saham yang akan diambil, apakah mencapai 51% atau lebih. “Belum final, kami terus review,” jelasnya.

Secara terpisah, Group Head of Brand Communication & Public Relation (PR) Bhinneka Astrid Warsito pernah mengatakan, pihaknya membuka kesempatan kerja sama dengan mitra strategis. Mitra ini terutama yang memiliki visi yang sama dalam ekspansi dan membangun industri e-commerce yang lebih baik.

Saat ini, Telkom tercatat memiliki bisnis e-commerce melalui blanja.com, yang dikelola oleh PT Metra Plasa. Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan antara Telkom dan eBay Inc.

Sejak didirikan 2012, kini blanja.com telah memiliki mitra penjual lebih dari 50 ribu dan menghadirkan 500 juta produk. Tak mau kalah dengan pemain lain, blanja.com menggandeng platform pembayaran online besutan berbagai jenis usaha BUMN, LinkAja.

Sementara itu, hingga semester I-2019, Telkom berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 11,07 triliun, melonjak 27,3% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 8,69 triliun. Pendapatan perseroan mengalami peningkatan 7,73% menjadi Rp 69,34 triliun dari semester I-2018 yang sebesar Rp 64,36 triliun.

Kontribusi pendapatan terbesar Telkom berasal dari segmen data, internet, dan jasa teknologi informatika yang mencapai Rp 44,22 triliun, melesat 17,5% dibanding periode sama tahun lalu Rp 37,61 triliun.

Selanjutnya, pendapatan telepon perseroan berkontribusi Rp 15,51 triliun atau turun 17% dari Rp 18,69 triliun, segmen interkoneksi menyumbang Rp 3,3 triliun atau naik 39,8% dari Rp 2,36 triliun, pendapatan jaringan Rp 938 miliar atau terdongkrak 43,42% dari Rp 654 miliar, dan pendapatan lain-lain menyumbang Rp 5,36 triliun atau naik 6,13% dari Rp 5,05 triliun pada semester I-2018.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN