Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Foto: Perseroan.

PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Foto: Perseroan.

Telkom Perkuat Mitratel, Menara Telkomsel akan Diambil Alih

Selasa, 29 September 2020 | 22:58 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom berencana memperbesar kapasitas anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), sebelum Mitratel melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham atau aksi korporasi lain. Telkom akan mengonsolidasikan menara telekomunikasi yang dimiliki oleh PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sebagai langkah untuk memperbesar kapasitas Mitratel.

Vice President Investor Relations Telkom Andi Setiawan mengatakan, saat ini, Telkom memiliki 34.025 menara yang terdiri atas 18.000 menara milik Telkomsel dan 16.025 menara milik Mitratel. "Secara industri, Mitratel menjadi penyedia menara terbesar kedua saat ini," ujar Andi dalam acara seminar virtual yang diselenggarakan oleh Samuel Sekuritas, Selasa (29/9).

Telkom berencana memperbanyak menara milik Mitratel dengan mengonsolidasikan menara yang ada di Telkomsel. Andi mengungkapkan, pada tahap pertama, Telkom akan mengonsolidasikan sekitar 5.000-6.000 menara milik Telkomsel ke Mitratel. Konsolidasi ini akan dilakukan, sehingga Mitratel bisa menjadi penyedia menara terbesar di Indonesia.

Setelah kapasitas meningkat, Telkom baru menyusun rencana untuk unlock Mitratel. Hal ini bisa dilakukan melalui IPO ataupun kerja sama dengan mitra strategis. "Mengenai waktu untuk melakukan unlock, kami akan menunggu waktu yang tepat terutama dalam kondisi pandemi seperti saat ini," jelas dia.

Andi mengungkapkan, rencana unlock  ini bukan hanya bertujuan untuk mencari dana. Pasalnya, Telkom sebagai induk usaha masih mampu untuk menyuntik dana kepada Mitratel. Adapun tujuan utama dari unlock adalah untuk meningkatkan valuasi dari Mitratel. Sebagai perusahaan penyedia menara, valuasi Mitratel berada di bawah valuasi industri yang mencapai 10-11 kali.

Dari sisi peluang, pengembangan Mitratel juga sangat prospektif di tengah perkembangan jaringan 4G dan 5G. Perkembangan ini mengharuskan adanya penambahan menara karena tingginya permintaan pelanggan.

Dengan unlock-nya Mitratel, perusahaan juga lebih leluasa melakukan aksi korporasi di industri penyedia menara. Aksi korporasi ini berupa akuisisi dan penggabungan yang aktivitasnya cukup aktif di industri sejak 2008.

Dari sisi kinerja, Mitratel juga bisa meningkatkan tenancy ratio dan EBITDA margin. Per semester I-2020, tenancy ratio Mitratel yang mencapai 1,54 kali dan EBITDA margin 67,6% masih jauh tertinggal dari pesaingnya yang sudah berstatus perusahaan terbuka.

Data Center dan Digital

Selain mengembangkan bisnis menara, perseroan juga memperkuat bisnis enterprise dan digital. Dari sisi bisnis enterprise, perseroan memperkuat data center melalui Telkomsigma. Per semester I-2020, data center yang termasuk dalam bisnis enterprise mencatat pendapatan sebesar Rp 329 miliar atau bertumbuh 36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk mendukung perkembangan bisnis data center, perseroan memulai pembangunan fasilitas baru data center tier 3 dan tier 4. Sementara saat ini, perseroan sudah memiliki empat data center yang berlokasi di Serpong, Sentul, Surabaya dan Jurong.

Kemudian di bisnis digital, perseroan mengembangkan layanan digital secara business to business (B2B), business to customer (B2C) dan digital platform. Belum lama ini, perseroan menggandeng Disney meluncurkan layanan Disney+. Sampai saat ini, sudah ada 600 ribu pengguna yang sudah teregistrasi di Disney+.

Melalui MDI Ventures, perseroan juga mengembangkan bisnis digital dengan berinvestasi pada perusahaan skala kecil dan menengah. Tercatat, MDI Ventures berinvestasi pada 43 perusahaan yang tersebar di berbagai sektor seperti kesehatan, fintech, logistik, ritel, edukasi, dan multi sektor.

Berkat berbagai lini usaha ini, Telkom berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp 66,9 triliun pada semester I-2020. Meski menurun 3,6% dibandingkan semester I-2019, namun perseroan masih bisa meraih keuntungan sebesar Rp 10,99 triliun di pertengahan tahun 2020.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN