Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). (Foto: Perseroan)

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). (Foto: Perseroan)

Telkom (TLKM) Garap Proyek Web 3.0, Sahamnya Bersiap Tembus Rp 5.000

Selasa, 22 Nov 2022 | 23:57 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) agresif mengembangkan proyek industri Web 3.0 atau internet generasi ketiga. Investasi Telkom di perusahaan-perusahaan rintisan juga menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mempersiapkan diri dalam menangkap potensi proyek Web 3.0.

Deputy EVP Digital Technology & Platform Business Telkom Ery Unta menyampaikan bahwa sebagai digital telco, Telkom tentu terus bersiap diri untuk turut andil dalam pengembangan Web 3.0 di Indonesia.

"Kami bekerja sama dengan telco partner. Kami juga mengembangkan sendiri dengan membangun talenta digital dan berinvestasi untuk itu. Karenanya, kami mencari talenta-talenta digital terbaik," ungkap Ery di acara Indonesia Digital Conference bertajuk Industri Telekomunikasi di Era Web 3.0 di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Baca juga: Telkom (TLKM) dan Google Cloud Jalin Kolaborasi Strategis

Advertisement

Menurut Ery, proyek Web 3.0 tidak lepas dari blockchain yang bukan hanya dimanfaatkan semisal untuk crypto currency. Tetapi lebih jauh dari itu, Web 3.0 juga bisa dimanfaatkan untuk private blockchain. Dalam hal ini, Telkom memiliki Pijar Sekolah yang merupakan platform pendidikan di bawah naungan TLKM.

"Jadi, Pijar ini ada ijazahnya atau sertifikatnya. Sehingga untuk memastikan ijazahnya benar atau tidak, track and tracenya seperti apa, kita bisa memanfaatkan teknologi ini," ucap Ery.

Lebih dari itu, perseroan juga sudah memiliki public blockchain dan telah diujicobakan, salah satunya melalui non-fungible token (NFT) berupa physical digital atau phygital yang kini sudah bisa digunakan para pengguna.

Baca juga: Telkom (TLKM) Tetap Pegang GOTO, Bagaimana Astra (ASII)?

Tak berhenti di situ, konglomerat telekomunikasi pelat merah ini juga terus agresif mengembangkan industri Web 3.0 melalui platform Metanesia yang sudah diluncurkan dan diresmikan Menteri BUMN Erick Thohir pada Juli 2022.

"Kita melihat bahwa setelah era pandemi, sebagian akan bergerak secara fisik, tetapi separuhnya lagi ke digital. Jadi, hybrid digital ini yang akan menjadi tren ke depan. Karenanya, Telkom menempatkan diri sebagai ekosistem hub agar dalam perjalanannya, keberhasilan industri Web 3.0 di Indonesia menjadi hasil dari kerja-kerja kolaboratif," ujar dia.

Dalam lima tahun ke depan, Ery memprediksi, Indonesia masih membutuhkan digital leader, baik yang berkiprah melalui Telkom maupun di entitas yang lain. Itulah mengapa, Telkom kemudian berinvestasi di perusahaan-perusahaan rintisan (startup). Selain untuk menjawab kebutuhan tersebut, juga agar startup binaan Telkom bisa bertransformasi menjadi unicorn.

Baca juga: Breakeven Bisa Lebih Cepat, Intip Target Saham GOTO

Pasalnya, dilihat dari perspektif bisnis, Ery menyampaikan, implementasi Web 3.0 dalam sebuah proyek bisnis berpotensi menambah customer experience baru.

"Misalnya ada portal berita yang selama ini bicara melalui web, ditambah channel dengan aplikasi itu akan menambah potensi baru. Apalagi, ditambah dengan metaverse. Penambahan teknologi untuk inisiatif atau bisnis pelanggan jelas akan meningkatkan customer experience dari layanan-layanan yang sudah ada," tutup Ery.

Menuju Rp 5.000

Agresivitas Telkom dalam menggarap industri Web 3.0 juga diperkirakan bakal berdampak pada kinerja saham perseroan di lantai bursa. Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe memprediksi bahwa Telkom berpotensi menjadi salah satu saham yang mencetak gain tinggi sampai akhir tahun.

Baca juga: Ada Nama Dentsu Group dari Jepang di Balik Super-app Venteny (VTNY) yang Mau IPO

Kiswoyo menyebut bahwa harga saham Telkom mestinya bisa menembus Rp 5.000. Sebab Telkom merupakan salah satu saham penggerak IHSG. Pada perdagangan Selasa (22/11/2022), saham TLKM ditutup di level Rp 4.000. Dengan demikian, saham TLKM masih berpotensi kasih cuan 25%.

"Menurut saya, penggerak IHSG hanya enam yang besar, di mana empat saham dari emiten bank, sisanya adalah Telkom dan Astra," ujar dia kepada Investor Daily.

Baca juga: Tuntaskan Akuisisi Link Net (LINK), Begini Rencana XL Axiata (EXCL)

Dilihat dari sisi kinerja, lanjut Kiswoyo, Telkom juga berhasil mencetak untung besar. Perseroan mampu tumbuh konsisten, yang tercermin dari pertumbuhan net profit dari tahun ke tahun.

"Bahkan pada saat pandemi, net profit Telkom tetap tinggi dibandingkan operator telekomunikasi lain. Dan kalau bicara dari sisi pelanggan, jumlah pelanggan Telkom juga paling banyak. Satelit dan fiber optik juga banyak. Belum lagi, menara BTS paling banyak. Jadi, Telkom memang paling besar atau the biggest telco," pungkas Kiswoyo.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com