Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan mengabadikan pergerakan harga saham pada monitor perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan mengabadikan pergerakan harga saham pada monitor perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Tenang, Masih Bisa Cuan Sebelum Natal, Saham-saham Ini Jadi Sasaran 'Window Dressing'

Minggu, 20 Desember 2020 | 21:51 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi menguat secara terbatas menjelang libur Natal. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.000-6.188. Aksi window dressing diyakini masih terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps).

Window dressing masih bisa terjadi pada saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) hingga akhir tahun ini,” kata analis Panin Sekuritas Wiliam Hartanto kepada Investor Daily, Minggu (20/12).

Selama sepekan terakhir, IHSG menguat 2,8% ke level 6.104,3 dibandingkan pekan sebelumnya pada level 5.938,3. Hal ini membuat kapitalisasi pasar bursa saham selama sepekan juga meningkat 2,78% menjadi Rp 7.101,9 triliun dari Rp 6.910,1 triliun pada pekan sebelumnya. Namun, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) Rp 2,67 triliun pada perdagangan Jumat (18/12). Alhasil, total net sell sepanjang tahun berjalan bertambah menjadi Rp 47,05 triliun.

Sementara itu, analis PT Phillip Sekuritas Anugerah Zamzami mengatakan, para pemodal akan memonitor perkembangan lebih lanjut perihal stimulus AS. Selain itu, faktor eksternal lain seperti perkembangan negosiasi perdagangan Inggris dengan Uni Eropa pasca-Brexit turut dinanti.

Sejumlah data-data ekonomi global masih dinantikan, seperti tingkat pertumbuhan ekonomi AS dan Inggris untuk kuartal III-2020. Sementara di Tiongkok, pemodal akan mencermati rencana People’s Bank of China (PBoC) yang justru mempertimbangkan menarik stimulus seiring pemulihan ekonomi. “Kasus-kasus baru Covid-19 di dunia pun tetap menjadi perhatian,” kata Zamzami.

Sebagai informasi, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pemberlakukan lockdown selama 5 hari perayaan Natal sejak Sabtu (11/12). Negara Eropa lain, seperti Jerman, sudah menetapkan lockdown selama 16 Desember 2020-11 Januari 2021. Hal serupa juga terjadi di Belanda.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia menempuh langkah-langkah parsial untuk membatasi pergerakan warga menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Pemerintah telah memangkas libur menjadi hanya tiga hari, 28-30 Desember, hingga meniadakan pesta tahun baru di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta.

Zamzami memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran 6.061-6.164 selama pekan ini. Pihaknya merekomendasikan saham ASII, dan saham emiten ritel seperti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) serta PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES).

Secara terpisah, Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan, pihaknya melihat ada potensi penguatan saham-saham blue chips seperti saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada pekan ini. Sebab, kinerja saham-saham tersebut terbilang masih negatif jika dilihat secara year to date.

“Walaupun ada saham blue chips yang sudah kembali bahkan melebihi posisi awal tahun 2020, tapi ternyata banyak juga yang masih negatif. Ini bisa dilihat sebagai ruang penguatan,” jelas Alfred.

Pihaknya optimistis IHSG dapat berakhir di level 6.100 pada akhir tahun ini. Jika dihitung, rally IHSG sejak awal Desember telah lebih dari 8%. Dengan demikian, penguatan IHSG menjelang akhir tahun nanti berpotensi terbatas.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN