Menu
Sign in
@ Contact
Search
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Terimbas GOTO, Saham Bank Jago (ARTO) Turun ke Level Terendah Baru

Jumat, 2 Des 2022 | 09:57 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Pergerakan harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) kian mengkhawatirkan setelah kembali bergerak ke level tertinggi baru sepanjang 2022. Penurunan harga saham ARTO semakin tak terkendali setelah lock up saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dibuka.

Baca juga: Bank Jago (ARTO) Konservatif, Sahamnya Bisa Cuan Berapa? Simak!

Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ARTO bergerak ke level auto reject bawah (ARB) denan penurunan Rp 310 (6,87%) menjadi Rp 4.200. Harga tersebut menjadi level terendah saham GOTO sepanjang tahun ini. Bahkan, level terendah atas saham GOTO sejak 14 Januari 2021.

Sebagaimana diketahui, GoTo Gojek Tokopedia melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa memegang sebanyak 21,40% saham ARTO. Sedangkan pemegang terbanyak adalah PT Metamorfosisi dengan kepemilikan 29,80%.

Advertisement

Lalu, bagaimana sebenarnya valuasi saham ini? Analis CGS-CIMB Sekuritas Handy Noverdanius dan Utami Ratnasari sebelumnya menuturkan bahwa Bank Jago tengah memainkan strategi menyeimbangkan pertumbuhan dan kualitas aset, sembari menunggu pemulihan saham teknologi di pasar global.

Baca juga: Dua Hari Berturut-turut, Saham ARTO ARB Sendiri

Manajemen Bank Jago dinilai masih bersikap konservatif dengan terus memprioritaskan kualitas kredit di atas pertumbuhan pinjaman, di tengah kondisi makro ekonomi saat ini. Karena itu, Handy dan Utami, memangkas asumsi pertumbuhan pinjaman Bank Jago sebesar 16-79% poin di 2022-2024 untuk mencerminkan target konservatif manajemen, karena inflasi dapat merugikan segmen pasar yang ditargetkan Bank Jago.

“Secara keseluruhan, kami sekarang memperkirakan pertumbuhan pinjaman 72% dan 61% di 2022 dan 2023 atau selaras dengan panduan manajeman Bank Jago,” ungkap Handy dan Utami dalam risetnya.

Baca juga: Paling Siap Hadapi Kenaikan Suku Bunga, Ini Kunci Pertumbuhan Solid Bank Jago (ARTO) Kuartal III-2022

Menurut analis tersebut, investor sangat memerhatikan kualitas aset bank digital. Mereka memperkirakan biaya kredit (cost of credit/CoC) sebesar 5,5%-6% di 2022-2023 karena yakin bank akan mencoba untuk meningkatkan tingkat provisi untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas aset.

ARTO melaporkan laba bersih kuartal III-2022 sebesar Rp 12 miliar (naik 20% qoq), menghasilkan laba bersih hingga September 2022 sebesar 19% di bawah perkiraan analis dan 12% di bawah konsensus Bloomberg.

“Ini meleset dari perkiraan kami karena pertumbuhan pinjaman yang lebih lambat dari estimasi dan provisi yang lebih tinggi dari perkiraan. Harga saham ARTO telah turun 69% year to date, sejalan dengan penyedia solusi pembayaran digital global atau bank,” ungkap Handy dan Utami.

“Cermati pula potensi positif dari pertumbuhan pinjaman yang lebih tinggi dari perkiraan terutama dari ekosistem GoTo. Namun, risiko penurunan berasal dari memburuknya kualitas aset dan pertumbuhan pinjaman yang lebih lambat dari perkiraan,” pungkas Handy dan Utami.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com