Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pialang memperlihatkan grafik pergerakan saham di sekuritas, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

Pialang memperlihatkan grafik pergerakan saham di sekuritas, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

Ternyata, IHSG Galau Karena Ini...

Selasa, 15 Nov 2022 | 12:45 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dibuka rebound 14,71 poin (0,21%) di posisi 7.034, IHSG bergerak galau pada perdagangan sesi I, Selasa (15/11/2022). Akhirnya, IHSG ditutup turun tipis 1,59 poin (0,02%) ke level 7.017,8. Ternyata, IHSG galau karena ini.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, penyebab IHSG galau karena diselimuti penularan Covid-19 masih terjadi, sehingga pemerintah kembali menekankan pentingnya protokol Kesehatan. “Disisi lain katalis positif indeks datang dari booster rilis data neraca perdagangan yang kembali mengalami surplus,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (15/11/2022).

Baca juga: Saham-saham Ini Kasih Cuan Tebal, Termasuk ZATA

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor Indonesia pada Oktober 2022 tumbuh 12,30% (year on year/yoy) menjadi US$ 24,81 miliar, impor mencapai 19,14 miliar. Tumbuh 17,44% (year on year/yoy). Dan Neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus pada Oktober 2022 mencapai US$ 5,67 miliar.

Advertisement

Selain itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, bursa regional Asia cenderung menguat hal ini seiring sikap pelaku pasar yang meyakini suku bunga acuan The Fed Amerika Serikat yang naik namun tidak agresif pada bulan depan.

Baca juga: Saham Sektor Teknologi Terkoreksi, IHSG Ditutup Turun Tipis 

“Pasar merujuk dari pernyataan Vice Chairman Lael Brainard yang mengisyaratkan, The Fed kemungkinan akan segera memperlambat kenaikan suku bunga,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Sementara pejabat lainnya, Christopher Waller The Fed akan memperlambat laju kenaikan suku bunganya namun tetap akan perang inflasi. Sedangkan bank sentral Tiongkok, People Bank of China (PBoC) memperpanjang sebagian pinjaman kebijakan jangka menengah yang jatuh tempo.

Sambil mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk bulan ketiga berturut-turut yang mempertahankan suku bunga pinjaman fasilitas pinjaman jangka menengah (MLF) satu tahun di level 2,75%.

Baca juga: Penjualan Erajaya (ERAA) Tembus Rp 34 Triliun, Begini Rinciannya

“Keputusan ini tentunya sebagai upaya menjaga ekonomi dalam negeri Tiongkok,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.  

Pada sesi II, Pilarmas Investindo Sekuritas  merekomendasikan buy pada BBCA. “Dengan support dan resistance di level 8.650-9.025. Sedangkan PER; 27,89x dan PBV:4,91x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com