Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Armada Pura Trans. Foto: IST.

Armada Pura Trans. Foto: IST.

Tetapkan Harga IPO, Pura Trans Raup Dana Rp 189 Miliar

Gita Rossiana, Rabu, 22 Januari 2020 | 18:30 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Putra Rajawali Kencana Tbk (Pura Trans) berencana menghimpun pendanaan melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Dana yang ditargetkan dalam IPO tersebut sebesar Rp 189 miliar.

Perseroan menawarkan 1,8 miliar saham ke publik dalam IPO tersebut. “Harga pelaksanaan IPO sebesar Rp 105 per saham,” ungkap Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam laporannya, Rabu (22/1).

Selain melepas saham, perseroan juga menerbitkan 1,2 miliar waran seri I atau setara 34,27% dari total modal disetor. Perseroan menetapkan harga pelaksanaan untuk waran seri I sebesar Rp 106.

Waran Seri I ini diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan. "Setiap pemegang yang memiliki tiga saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan berhak memperoleh dua waran seri I," jelas KSEI.

Sementara itu, untuk jadwal pelaksanaan IPO, perseroan mendapatkan pernyataan efektif pada 21 Januari 2020. Kemudian, masa penawaran umum dilakukan pada 22-23 Januari 2020. Sedangkan pencatatan saham dan waran di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 29 Januari 2020. Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Sementara itu, Direktur Utama Pura Trans Ariel Wibisono menuturkan, sebanyak 38% dana IPO saham akan digunakan untuk membeli 67 unit truk Hino bekas dan 39 unit Hino baru. Lalu, sebanyak 46% dari dana IPO akan digunakan untuk pembelian kendaraan trailer dan tronton sebanyak 99 unit. 

Kemudian, sebanyak 10,5% untuk pembelian karoseri berupa ekor trailer 20 FT sebanyak 30 unit dan flatbed sebanyak 45 unit. Lalu, dia melanjutkan, sebanyak 4,5% digunakan untuk pembelian ban dan aksesoris.  

Sedangkan dari dana dari hasil pelaksanaan waran seluruhnya akan digunakan untuk pembelian tanah untuk keperluan parkir dan bengkel armada. Dana hasil waran juga digunakan untuk keperluan belanja modal, seperti operasional dan penyempurnaan, serta peningkatan sistem IT perseroan. "Tujuannya agar kegiatan operasional lebih efisien dan terintegrasi," kata dia.

Menurut Ariel, perseroan akan menyempurnakan sistem IT supaya proses pengiriman bisa dimonitor secara cepat dan proses administrasi bisa cepat dan akurat. Pelanggan sebagai pemilik barang bisa memonitor serta berkomunikasi dan menerima laporan segala proses pengiriman secara tepat. 

Ke depan, dia menuturkan, perseroan akan menghubungkan sistem IT Pura Trans dengan pelanggan. Dengan demikian, pelanggan Pura Trans bisa mengetahui ketersediaan armada secara cepat, serta membantu akurasi permintaan armada lebih tepat. 

Saat ini, Pura Trans memiliki total armada dengan merek Hino sebanyak 155 unit. Armada ini memiliki jangkauan operasi Jawa hingga Bali. Pura Trans melayani dua segmen pengiriman barang, yakni proyek pembangunan dan distribusi komoditas serta barang jadi.  

Di segmen proyek pembangunan, Pura Trans mengangkut beberapa material, antara lain asbes, batu bata ringan, dan semen putih. Adapun komoditas yang diangkut meliputi pupuk, minyak goreng, sedangkan barang jadi seperti keramik dan air minum dalam kemasan (AMDK).  

Beberapa klien Pura Trans antara lain PT SMART Tbk, PT Superior Prima Sukses, PT Kebun Tebu Mas, PT Lisa Concrete Indonesia, PT Platinum Ceramics Industry, produsen air mineral Pristine, dan PT Kreasi Mas Indah.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA