Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Japfa Comfeed Indonesia. Sumber: BSTV

Japfa Comfeed Indonesia. Sumber: BSTV

Tetapkan Kupon 5,37%, Japfa Terbitkan Obligasi Berkelanjutan US$ 350 juta

Rabu, 17 Maret 2021 | 12:19 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id -  PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menerbitkan surat utang global (global bond) senilai US$ 350 juta dengan tingkat kupon 5,375%. Obligasi yang jatuh tempo pada 2026 dan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX) ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3 kali.

Obligasi global dalam format Sustainability-Linked Bond (SLB) ini juga telah meraih peringkat sementara BB- oleh Standard & Poor's dan BB- oleh Fitch. Sedangkan Credit Suisse dan DBS Bank Ltd bertindak sebagai pihak yang menangani penerbitan surat utang ini.

SLB ini merupakan yang pertama pada industri agribisnis makanan dan penerbitan SLB dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) pertama dari Asia Tenggara.

Hal ini memperkuat komitmen Japfa terhadap keberlanjutan dan penyelarasan strategi keberlanjutannya luang sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya SDG 2. Tujuan tersebut antara lain mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi, serta mempromosikan pertanian berkelanjutan.

Sebagai informasi, Japfa menerapkan kebijakan Life Cycle Assessment (LCA) yang dimulai pada 2019. LCA adalah penilaian formal berbasis sains dari siklus produksi perusahaan yang terintegrasi secara vertikal dari pakan hingga produk ayam yang dijual. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak yang terkait dengan produk Japfa.

Kebijakan LCA juga mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan kinerja lingkungan produknya di berbagai tahapan dalam siklus hidupnya. Berdasarkan LCA, pengolahan air limbah dan pengelolaan air telah diidentifikasi sebagai area fokus utama di mana dampak positif dapat dibuat.

Driektur Japfa Comfeed Indonesia Tan Yong Nang mengatakan, SLB ini merupakan penerbitan obligasi ketiga perseroan. Respon positif yang perseroan terima dari pasar merupakan cerminan dari pendekatan keuangan perseroan yang berhati-hati, dengan profil hutang yang seimbang dan pengelolaan belanja modal yang efisien.

“Perseroan juga terus memberikan hasil yang solid bahkan di tengah kondisi yang menantang akibat Covid-19. SLB adalah katalis tambahan untuk mencapai target keberlanjutan kami dan kesempatan bagi investor dan pemangku kepentingan kami untuk bermitra dengan kami untuk mendorong perubahan menuju masa depan yang berkelanjutan,” kata Tan Yong Nang dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3).

Sesuai rencana, hasil bersih dari penerbitan ini akan digunakan untuk membayar kembali surat utang senilai US$ 250 juta yang jatuh tempo 2022 dan untuk keperluan umum perusahaan, termasuk namun tidak terbatas pada belanja modal, modal kerja dan pembiayaan kembali utang.

Penerbitan SLB memprioritaskan standar lingkungan yang terkait dengan pencapaian Target Kinerja Keberlanjutan (Sustainability Performance Target/SPT). Kebijakan ini memininalisir dampak terkait pencemaran air dari air limbah yang tidak diolah dengan mengurangi potensi eutrofikasi melalui pengelolaan, pengolahan, daur ulang dan pemanfaatan air limbah.

Pada akhirnya, kebijakan ramah lingkungan jni meningkatkan sirkulasi air dan mengurangi pengeluaran air. Dalam SPT tersebut, selama 3 tahun 9 bulan ke depan terhitung sejak tanggal SLB diterbitkan, Japfa akan membangun 8 fasilitas daur ulang air, dari 15 rumah pemotongan hewan di bawah operasi unggasnya. Perseroan juga akan membangun 1 fasilitas daur ulang air di tempat penetasan dalam unit pembiakan unggas.

Nantinya, pencapaian SPT akan disahkan melalui sertifikasi. Investor berhak menerima peningkatan kupon 25bps jika SPT tidak terpenuhi, berlaku untuk sisa periode bunga. Jika SPT terpenuhi maka tidak akan ada penyesuaian kupon.

Adapun Japfa menerima penilaian Vigeo Eiris (V.E), yakni lembaga internasioanl penilaian ESG. Japfa dinilai kuat, baik relevansi KPI maupun ambisi SPT. Vigeo Eiris mengonfirmasi bahwa SLB sejalan dengan komponen inti dari Prinsip Obligasi Keberlanjutan 2020 dari International Capital Market Association (ICMA).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN