Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi aset kripto, diambil pada 24 Januari 2022. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Ilustrasi aset kripto, diambil pada 24 Januari 2022. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

The Fed Bikin Pasar Kripto Tak Berdaya, Awas Penurunan Tajam!

Senin, 29 Agustus 2022 | 10:00 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pergerakan pasar aset kripto pada Senin (29/8/2022) pagi pasrah tak berdaya imbas sinyal kebijakan hawkish The Fed untuk menjinakan inflasi AS yang tinggi dalam empat dekade terakhir.

10 aset kripto big cap kompak terpantau anjlok, bahkan Bitcoin kini kembali berada di bawah harga US$ 19.626, balik lagi ke titik terendah yang terjadi pada bulan Juli lalu. Kapitalisasi pasar kripto berjuang di bawah US$ 1 triliun sebagai dampak Bitcoin, dan sebagian besar altcoin gagal menghasilkan keuntungan yang signifikan.

Pada akhir pekan lalu atau Jumat (26/8/2022), Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pihaknya akan terus menempuh kebijakan moneter yang ketat lantaran pertempuran melawan inflasi membutuhkan waktu lama. Sontak, nilai aset kripto pun berguguran, bahkan masih melanjutkan pelemahan pada awal pekan ini.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono dalam keterangannya, Senin (29/8/2022) menilai, hal tersebut dapat dimaklumi mengingat investor tentu jadi tak selera melakukan aksi akumulasi di pasar aset berisiko, seperti saham dan kripto di tengah ancaman suku bunga tinggi. Kenaikan suku bunga acuan akan mengerek tingkat imbal hasil instrumen berpendapatan tetap. Sehingga, investor pun akan menjauh dari aset kripto, menuju aset-aset yang dinilai aman.

Kenaikan suku bunga acuan akan mengetatkan suplai uang beredar, sehingga bisa mengurangi likuiditas di pasar kripto. Investor akan cenderung wait and see dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan ancaman resesi saat ini.

Baca juga: Menimbang Penghentian Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia

“Selain itu, sentimen negatif yang juga sempat memukul market kripto adalah rumor Mt. Gox, platform exchange kripto asal Jepang yang bakal mendistribusikan sekitar 140.000 keping BTC kepada penggunanya pekan ini, sebagai lanjutan dari tindakan ganti rugi pasca peretasan yang terjadi pada tahun 2014 lalu,” tambahnya.

Investor takut bahwa pengguna Mt. Gox yang mendapat ganti rugi tersebut akan segera menjual Bitcoin itu ke exchange kripto. Terlebih, jumlah BTC yang didistribusikan pun bernilai besar, sehingga akan membuat nilai BTC akan semakin tertekan. Namun, hal ini telah dibantah dan hanya kabar hoaks, Mt. Gox belum akan mentransfer BTC dalam waktu dekat.

Dari fear and greed index Bitcoin pada hari Senin (29/8/2022) kembali menyentuh level extreme fear pada level 24. “Kondisi tersebut merubah sentimen pasar yang sudah membaik menjadi negatif kembali menjelang awal September,” kata Afid.

Kemudian untuk pekan ini dan menjelang awal September, pasar kripto akan mengalami tekanan yang cukup berat. Ada sentimen yang membuat lesu kinerja pasar kripto disebabkan oleh aksi jual musiman investor menjelang September.

Baca juga: Sinyal The Fed Jadi Penentu Laju Market Kripto Minggu Ini

Hal tersebut terjadi lantaran investor mengantisipasi fenomena yang dijuluki "Septembear", yakni peristiwa di mana nilai Bitcoin selalu melemah rata-rata 5,9% secara bulanan sepanjang September dalam 10 tahun terakhir. Kali ini, ketidakstabilan makro digabungkan dengan tradisi penurunan tersebut memberikan proyeksi suram dari para analis.

“Dari analisis teknikal gerak Bitcoin kini titik support ada di level US$ 18.902 yang menjadi tahanan selanjutnya untuk laju penurunan harga. Titik tersebut menjadi level psikologis untuk kembali memulai pembelian kembali Bitcoin secara perlahan,” sebut Afid.

Major support Bitcoin berada pada level US$ 17.614, yang menjadi tahanan terakhir apabila harganya penurunan. Jika titik tersebut dapat ditembus, kemungkinan harga Bitcoin akan membentuk lower low (LL) baru pada level US$ 15.549.

Sementara, gerak Ethereum saat ini titik support terdekat ada di level US$ 1.386. Jika, level support tersebut tertembus, penurunan lanjutan bisa bergerak ke harga US$ 1.275.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com