Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna (kanan), menjelaskan pergerakan saham kepada Presiden Direktur PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) Heffy Hartono (dua dari kanan), Presiden Komisaris IFII Surja Hartono (dua dari kiri) dan Direktur IFII Ang Hendry Pribadi (kiri), di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (10/12/2019). Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna (kanan), menjelaskan pergerakan saham kepada Presiden Direktur PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) Heffy Hartono (dua dari kanan), Presiden Komisaris IFII Surja Hartono (dua dari kiri) dan Direktur IFII Ang Hendry Pribadi (kiri), di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (10/12/2019). Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Tiga Investor Jepang Borong Saham Indonesia Fibreboard Rp 564,8 Miliar

Gita Rossiana, Selasa, 28 Januari 2020 | 21:41 WIB

JAKARTA, investor.id  – PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) kedatangan tiga investor baru dari Jepang. Ketiga investor tersebut membeli saham Indonesia Fibreboard senilai total Rp 564,8 miliar.

Sekretaris Perusahaan Indonesia Fibreboard Industry Thomas Verdiyanto mengatakan, ketiga investor Jepang, yakni SMB Kenzai Co Ltd, Noda Corporation, dan Ishinomaki Plywood Manufacturing Co Ltd.

Perusahaan tersebut membeli saham Indonesia Fibreboard dengan mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Masuknya pemegang saham baru diharapkan bisa membawa perseroan melaju ke tahap yang lebih tinggi. Kerja sama ini tidak hanya memperkuat pasar ekspor, namun juga bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan berupa transfer teknologi dan skill,” jelas dia dalam keterangan resmi, barubaru ini.

SMB Kenzai membeli 2,35 miliar saham Indonesia Fibreboard atau setara 25% saham. Saham ini dibeli pada harga Rp 185 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai Rp 435,3 miliar.

SMB Kenzai adalah perusahaan yang bergerak dalam perdagangan material bangunan. Perusahaan ini menyediakan layanan lengkap untuk proyek pembangunan dengan kemampuan komprehensif.

Sementara itu, Noda Corporation dan anak usahanya, Ishinomaki Plywood Manufacturing, membeli masing-masing 3,72% saham Indonesia Fibreboard atau sebanyak 700 juta saham. Saham ini dibeli pada harga Rp 185 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai Rp 129,5 miliar.

Noda Corporation adalah perusahaan yang bergerak dalam pabrikasi, impor, penjualan dan pengolahan material bangunan kayu dan inorganik, papan serat berkerapatan sedang dan kayu lapis.

Sedangkan Ishinomaki Plywood adalah perusahaan yang bergerak dalam pabrikasi dan penjualan berbagai jenis produk kayu lapis dan produk plywood lainnya.

Sebelumnya, Indonesia Fibreboard melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham pada akhir 2019. Perseroan_ melepas 1,42 miliar saham ke publik atau setara dengan 15% dari modal disetor dan ditempatkan penuh. Dengan harga Rp 105 per saham, perseroan meraup dana Rp 148,27 miliar dari IPO tersebut.

Tahun ini, perseroan memproyeksikan pendapatan sekitar Rp 800 miliar. Jumlah tersebut meningkat 24% dibandingkan target pendapatan pada 2019 sebesar Rp 650 miliar._

Menurut Direktur Utama Indonesia Fibreboard Industry Heffy Hartono, untuk mengejar target pendapatan tahun ini, perseroan akan menggunakan dana hasil IPO.

Dia menyebutkan, sebanyak Rp 148,27 miliar dari dana IPO akan digunakan untuk melunasi seluruh sisa pokok utang dan bunga berjalan kepada Bank Nord LB.

“Perseroan juga akan menggunakan dana hasil IPO untuk melunasi sisa uang muka belanja modal, modal kerja, dan pengembangkan kegiatan usaha, termasuk pembelian mesin dan penambahan kapasitas produksi,” kata dia.

Untuk mendukung kinerja perusahaan, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp 40 miliar. Sekitar separuh dari capex tersebut berasal dari dana hasil IPO, sisanya dari kas internal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA