Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BCA Finance.

BCA Finance.

Tiga Multifinance Emisi Obligasi Rp 4 Triliun

Senin, 17 Juni 2019 | 14:22 WIB
C03

JAKARTA – Sebanyak tiga perusahaan pembiayaan (multifinance) berencana menerbitkan obligasi dengan total Rp 4 triliun tahun ini. Ketiganya adalah PT BCA Finance, PT Mandiri Tunas Finance, dan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN).

Dana hasil emisi surat utang tersebut akan dimanfaatkan untuk pembiayaan usaha perseroan tahun ini.

Direktur Utama PT BCA Finance Roni Haslim mengatakan, perseroan saat ini sedang mempersiapkan penerbitan obligasi sebesar Rp 1,5 triliun. Surat utang tersebut bagian dari rencana penerbitan obligasi dengan total Rp 10 triliun.

"Bulan ini, kami mulai mempersiapkan penerbitan obligasi dan diharapkan tuntas pada September mendatang,"ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Penerbitan obligasi ini, menurut Roni, bagian dari strategi pendanaan perseroan. Selain obligasi, perseroan mengandalkan pinjaman bank sekitar Rp1 triliun dan juga joint financing dari PT Bank Central Asia (BCA) Tbk selaku induk usaha.

Dengan adanya pendanaan ini, perseroan berharap merealisasikan pembiayaan tahun ini dengan total Rp 32,5 triliun."Untuk pendanaan, sejauh ini masih aman dan bisa mendukung pembiayaan," ucap dia.

PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim
PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim


Sementara itu, Direktur PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Armendra mengatakan, perseroan telah memilki plafon penawaran umum berkelanjutan (PUB) IV dengan total Rp 3 triliun. Dari nilai tersebut, perseroan sudah menerbitkan Rp 1 triliun pada Januari 2019. Sedangkan sisanya mencapai Rp 2 triliun, menurut dia, bakal diterbitkan pada Juli minggu ketiga tahun 2019.

Selain penerbitan obligasi, perseroan mengandalkan pendanaan dari pinjaman bank. Armendra menjelaskan, pinjaman bank berkontribusi sebesar 70% terhadap pendanaan perseroan dan sisanya, yakni 30% berasal dari penerbitan obligasi.

Kemudian ada PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) yang berniat menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar. Obligasi tersebut merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan III dengan target dana Rp 1,2 triliun.

Berdasarkan prospektus perseroan pada 14 Juni 2019, Mandala sebelumnya sudah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III tahap I dengan nilai Rp 450 miliar pada 2018. Obligasi sebesar Rp500 miliar terdiri dari obligasi dengan kesanggupan penuh (full commitment) sebesar Rp301 miliar.

Obligasi full commitment ini terdiri atas seri A dengan nilai Rp251 miliar dan kupon 8,75 persen untuk tenor 370 hari. Kemudian seri B dengan nilai Rp50 miliar dan kupon 10,5 persen untuk tenor 3 tahun.

Sementara sisa obligasi sebesar Rp 199 miliar akan dijamin dengan kesanggupan terbaik (best effort). Bila jumlah dalam penjaminan kesanggupan terbaik tidak terjual sebagian atau seluruhnya maka atas sisa yang tidak terjual tidak menjadi kewajiban perseroan untuk menerbitkan obligasi tersebut.

Obligasi yang mendapat peringkat idA ini akan ditawarkan kepada umum mulai 28 Juni hingga 2 Juli 2019 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2019. PT Sucor Sekuritas dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai penjamin emisi dan wali amanat obligasi tersebut.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penerbitan obligasi masih menjadi salah satu sumber pendanaan multifinance, kendati menunjukkan penurunan pada April 2019. Hingga posisi bulan keempat 2019, penerbitan obligasi multifinance mencapai Rp70,24 triliun atau menurun 3,5 persen dibandingkan posisi April 2018 yang mencapai Rp72,16 triliun.

Sementara pendanaan yang diterima dari bank dan lembaga keuangan lainnya masih mendominasi pendanaan multifinance. Hingga April 2019, total pinjaman yang diterima multifinance mencapai Rp 277,33 triliun atau meningkat 2,46%, dibandingkan April 2018 yang mencapai Rp 270,67 triliun.

Pinjaman dari dalam negeri masih mendominasi total pinjaman dengan nilai sebesar Rp 174,48 triliun. Sedangkan pinjaman yang diterima perusahaan multifinance dari luar negeri mencapai Rp102,84 triliun.

Pendanaan ini menopang pembiayaan multifinance pada April 2019 mencapai Rp 440,93 triliun, meningkat 4,51% dibandingkan April 2018 senilai Rp 421,88 triliun. Adapun kontributor pembiayaan terbesar berasal dari  pembiayaan multiguna sebesar Rp 263,81 triliun, diikuti oleh pembiayaan investasi Rp 136,01 trilun, dan pembiayaan lainnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN