Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi dalam acara pemaparan kinerja kuartal III-2020 yang dilakukan secara virtual, Senin (26/10). (Foto: Investor Daily/Nida Sahara)

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi dalam acara pemaparan kinerja kuartal III-2020 yang dilakukan secara virtual, Senin (26/10). (Foto: Investor Daily/Nida Sahara)

Tingkatkan Laba Tahun ini, Bank Mandiri Siapkan Berbagai Strategi

Rabu, 13 Januari 2021 | 20:35 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan melakukan berbagai strategi untuk bisa mendulang laba di tahun ini. Strategi tersebut mulai dari meningkatkan efektivitas dalam penyaluran kredit hingga peningkatan layanan digital banking.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, pihaknya akan menyalurkan kredit secara selektif pada tahun ini.

"Kami akan menyalurkan kredit ke sektor yang diperkirakan akan pulih lebih cepat seperti sektor telekomunikasi, jasa kesehatan, dan agrikultur, serta mempertimbangkan sektor-sektor unggulan di masing-masing wilayah Indonesia," ungkap Rudi di Jakarta belum lama ini.

Strategi lain yang dikembangkan Bank Mandiri adalah dengan berfokus pada  pengembangan digitalisasi produk dan proses. Pengembangan digitalisasi ini diharapkan bisa menjadi alternatif sumber pendapatan.

Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi menjelaskan, ada beberapa inovasi digital banking yang akan dilakukan Bank Mandiri tahun ini. Inovasi itu mulai dari layanan open banking API, layanan chat banking, layanan Mandiri Pay Later, hingga implementasi QRIS.

"Dari layanan digital banking, kami mengharapkan fee based income sebesar Rp 3 triliun tahun ini," ujar dia.

Laba
Sementara itu, Bank Mandiri mencetak  laba bersih konsolidasi sebesar Rp 14,03 triliun hingga kuartal III-2020, terkoreksi 30,73% dibandingkan periode sama tahun silam. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) perseroan juga terkontraksi 4,27% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 43,39 triliun.

Penurunan terjadi karena emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan sandi saham BMRI, itu tengah menjalankan program restrukturisasi kredit bagi para debitur terdampak pandemi Covid-19. Di sisi lain, Bank Mandiri terus menjaga kontribusi untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19. Hal itu terlihat pada laju penyaluran kredit Bank Mandiri secara konsolidasi, yang meningkat 3,79% (yoy) menjadi Rp 873,73 triliun per akhir September 2020. 

Bansos Rp 18,6 Triliun
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan sebelumnya, bank BUMN ini mendukung Kementerian Sosial dalam melindungi masyarakat lapisan bawah dari dampak pandemi Covid-19. Untuk tahun ini, perseroan siap membantu menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 18,6 triliun kepada masyarakat penerima.

Selama tahun 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan bantuan sebesar total Rp 13,5 triliun melalui program sembako atau bantuan pangan nontunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH), dan program bantuan sosial tunai kepada masyarakat. "Tahun ini, Bank Mandiri siap menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 18,6 triliun, yang terdiri atas bantuan sosial program keluarga harapan kepada sekitar 2,1 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dan bantuan sosial program sembako kepada sekitar 4,3 juta KPM," ucapnya.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN