Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tiphone Mobile Indonesia. Foto: tiphone.co.id

Tiphone Mobile Indonesia. Foto: tiphone.co.id

Tiphone dan Mandala Multifinance Terbitkan Obligasi Rp 400 Miliar

Gita Rossiana, Senin, 16 Maret 2020 | 21:55 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap III Tahun 2020 senilai Rp 300 miliar. Obligasi tersebut bagian dari Obligasi Berkelanjutan II Tiphone dengan total Rp 2 triliun.

Perseroan sebelumnya telah merampungkan emisi Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap 1 pada 2019 mencapai Rp 53 miliar. Kemudian, perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II pada 2019 mencapai Rp 500 miliar.

Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap III sebesar Rp 150 miliar dilepas dengan tingkat bunga 11,5% per tahun untuk tenor tiga tahun. Sedangkan sisanya akan dijamin dengan kesanggupan terbaik (best effort). Apabila, jumlah dalam penjaminan terbaik tidak terjual sebagian atau seluruhnya, sisa yang tidak terjual tidak menjadi kewajiban perseroan untuk menerbitkan obligasi tersebut.

Perseroan mendapatkan pernyataan efektif penerbitan obligasi pada 28 Januari 2019. Kemudian, masa penawaran umum akan dilakukan pada 26 Maret 2020 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 1 April 2020. "Obligasi telah meraih peringkat BBB+ dari lembaga pemeringkat, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Sementara PT Bank Bukopin Tbk menjadi wali amanat dalam penerbitan obligasi ini," jelas manajemen dalam keterbukaan informasi.

Perseroan berniat menggunakan sebanyak 40% dana hasil emisi obligasi tersebut untuk membayar utang bilateral. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan anak usaha.

Hingga 30 September 2019, perseroan memiliki total liabilitas sebesar Rp 4,94 triliun. Dari nilai tersebut, nilai yang termasuk dalam obligasi terutang mencapai Rp 841 miliar. Obligasi terutang tersebut terdiri dari Obligasi Berkelanjutan I Tiphone Tahap II Tahun 2016 Seri C dengan nilai Rp 110 miliar, Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2017 Seri B dengan nilai Rp 231 miliar dan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2019 dengan nilai Rp 500 miliar.

Selain Tiphone Mobile, PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) juga berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Mandala Multifinance Tahap V Tahun 2020 dengan nilai Rp 100 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan II Mandala Multifinance dengan target dana Rp 1,2 triliun.

Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I dengan nilai Rp 450 miliar pada tahun 2018. Kemudian, perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II pada 2019 dengan nilai pokok Rp 321 miliar. Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan III Tahap III diterbitkan pada 2019 dengan nilai Rp 171 miliar dan Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV diterbitkan pada 2019 dengan nilai Rp 135 miliar.

Obligasi Berkelanjutan III Tahap V akan diterbitkan dengan tenor 370 hari dan tingkat bunga tetap sebesar 8,5% per tahun. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi yang diterbitkan. Sementara pembayaran bunga akan dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan pembayaran bunga pertama pada 2 Juli 2020.

Dalam penerbitan obligasi ini, perseroan menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan menjadi wali amanat. Perseroan juga mendapatkan rating A dari lembaga pemeringkat, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Perseroan mendapatkan pernyataan efektif penerbitan obligasi pada 28 Juni 2018. Kemudian masa penawaran umum dilakukan pada 27-30 Maret 2020 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 3 April 2020. "Dana dari penerbitan obligasi akan digunakan perseroan sebagai modal kerja, terutama untuk pembiayaan multi guna," tulis manajemen.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN